Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Kehilangan Momentum Akibat Tekan Risiko Utang

Angga Bratadharma    •    Selasa, 16 May 2017 07:47 WIB
ekonomi chinationgkok
Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Kehilangan Momentum Akibat Tekan Risiko Utang
Bendera Tiongkok (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Metrotvnews.com, Beijing: Pertumbuhan ekonomi Tiongkok mengambil langkah mundur di April setelah awal yang sangat kuat di tahun ini. Kondisi itu karena output pabrik terhadap investasi dan penjualan eceran semuanya meruncing saat pihak berwenang membatasi risiko utang dalam upaya mencegah dampak yang berpotensi merusak ekonomi.

Bangun untuk menghadapi ancaman sistemik yang didorong oleh stimulus berbahan bakar kredit murah sejak krisis keuangan global 2008-2009, Beijing terus memperketat sekrup pembiayaan spekulatif selama beberapa bulan terakhir.

Data menyoroti dampak ekonomi yang luas dari hambatan peraturan ini, dengan perkiraan produksi pabrik di bawah perkiraan di April dan investasi aset tetap dalam empat bulan pertama tahun ini, memperkuat bukti melemahnya sektor manufaktur dan perlambatan momentum ekonomi terbesar kedua di dunia.

"Ada (perlambatan) yang lebih cepat dari perkiraan kami. Namun, kita masih jauh dari pelemahan ke titik di mana ia akan menguji toleransi para pembuat kebijakan," kata Julian Evans-Pritchard di Capital Economics, seperti dikutip dari Reuters Selasa 16 Mei 2017.

Output pabrik mengalami kenaikan sebanyak 6,5 persen di April dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Tapi, mengalami penurunan dari 7,6 persen di Maret, dan investasi aset tetap naik 8,9 persen dalam empat bulan pertama tahun ini, dari laju 9,2 persen di Januari-Maret.

Pertumbuhan output melambat pada harga baja dan harga bijih besi yang jatuh di tengah kekhawatiran meningkatnya persediaan setelah pabrik-pabrik penggilingan Tiongkok  mengeluarkan sebanyak mungkin logam untuk mendorong produksi pabrik sampai yang tertinggi sejak Desember 2014.

 


(ABD)