Klaim Pengangguran AS Meningkat, Pasar Tenaga Kerja Masih Ketat

Angga Bratadharma    •    Jumat, 23 Jun 2017 13:04 WIB
tenaga kerjalapangan pekerjaanekonomi amerika
Klaim Pengangguran AS Meningkat, Pasar Tenaga Kerja Masih Ketat
Perekrut berbicara dengan calon pekerja di sebuah tempat kerja di Golden, Colorado, Amerika Serikat (REUTERS/Rick Wilking)

Metrotvnews.com, New York: Jumlah orang Amerika Serikat (AS) yang mengajukan tunjangan pengangguran mengalami sedikit peningkatan pada minggu lalu. Meski sedikit menguat, namun tetap pada tingkat yang konsisten dengan pasar tenaga kerja yang ketat.

"Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara meningkat 3.000 menjadi 241.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 17 Juni," ungkap Departemen Tenaga Kerja AS, seperti dikutip dari Reuters, Jumat 23 Juni 2017.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah meramalkan aplikasi pertama kali untuk klaim pengangguran meningkat menjadi 240.000 di minggu terakhir. Setelah laporan tersebut, dolar bertahan pada level yang sedikit lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang sementara Treasuries AS sedikit berubah.

Klaim pengangguran untuk minggu sebelumnya direvisi naik 1.000 menjadi 238.000 dari 237.000. Penghitungan minggu ini adalah minggu ke-120 berturut-turut bahwa klaim di bawah 300.000, ambang batas terkait dengan pasar tenaga kerja yang kuat. Ini adalah peregangan terpanjang yang mengklaim tetap di bawah tingkat itu sejak 1970.

Kenaikan klaim rata-rata empat minggu, yang dianggap sebagai tren pasar tenaga kerja yang lebih baik karena memperlancar volatilitas minggu ke minggu, meningkat 1.500 menjadi 244.750 minggu lalu, tertinggi sejak awal April.

Banyak ekonom menganggap pasar tenaga kerja berada pada atau di dekat lapangan kerja penuh. Tingkat pengangguran di Mei turun ke level terendah 16 tahun sebesar 4,3 persen. Adapun data ini bisa menjadi salah satu indikator untuk the Fed mengubah atau tidak tingkat suku bunga.

Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar seperempat persentase poin pada pekan lalu untuk kedua kalinya dalam tiga bulan dan memberi isyarat bahwa ia tetap berada di jalur untuk satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

 


(ABD)