BoJ Tidak Berencana Ubah Arah Kebijakan Stimulus

Angga Bratadharma    •    Rabu, 06 Dec 2017 11:00 WIB
ekonomi jepangbank of japan (boj)
BoJ Tidak Berencana Ubah Arah Kebijakan Stimulus
Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda (AFP PHOTO/Daniel ROLAND)

Tokyo: Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda menegaskan tidak berencana untuk mengubah program stimulusnya yang besar. Selain itu, Kuroda juga akan segera bertindak jika risiko terhadap ekonomi merongrong momentum untuk mencapai target inflasi.

Sambil menawarkan pandangan optimis tentang ekonomi global, Kuroda memperingatkan faktor-faktor yang dapat mengancam pemulihan termasuk risiko geopolitik dan naiknya arus proteksionisme. Adapun BoJ terus mendorong agar perekonomian Jepang bisa terus tumbuh maksimal.

"Terutama, yang saya khawatirkan adalah kecenderungan proteksionisme di beberapa negara dan risiko geopolitik seputar ekonomi dunia. Saya sangat berharap agar sistem perdagangan multilateral dapat dipertahankan di tahun-tahun mendatang," kata Kuroda, seperti dikutip dari CNBC, Rabu, 6 Desember 2017.

Pendekatan 'America First' yang diajukan Donald Trump telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa pembuat kebijakan di Asia, di mana banyak negara yang bergantung pada ekspor termasuk Jepang mendapatkan keuntungan dari perdagangan bebas dan mendukung kesepakatan perdagangan multilateral.



Ketika ditanya apakah dia menjadi lebih khawatir dengan kebijakan ultra-longgar, Kuroda mengatakan BoJ tidak mengubah pesannya sejak memperbarui kerangka kebijakannya di September lalu. BoJ mengubah strateginya dengan memperbaiki kerangka kerjanya pada September lalu, ketika mencatat kurva imbal hasil telah menjadi terlalu datar.

"Dan tentunya tidak baik untuk sistem perbankan. Kami telah mampu mempertahankan kontrol kurva imbal hasil dengan cukup efektif dan efisien tanpa menimbulkan masalah keuangan," kata Kuroda, seraya menambahkan bahwa target imbal hasil BoJ saat ini cukup tepat.

Lebih lanjut, ia menegaskan, BoJ akan melanjutkan kebijakan moneter yang sangat akomodatif saat ini untuk mencapai target inflasi dua persen secepatnya. BoJ telah menurun, namun disengaja, mengisyaratkan bahwa hal itu bisa menjauh dari stimulus mode krisis lebih awal dari yang diperkirakan, kata sumber-sumber.

Kuroda mengatakan bahwa sementara risiko geopolitik sangat sulit diprediksi, maka BoJ akan mengingat kemungkinan mereka dapat mengancam pemulihan ekonomi Jepang. "Jika terjadi sesuatu yang melemahkan momentum untuk mencapai target stabilitas harga kita, kita akan segera bertindak sesuai dengan kebutuhan spesifik," kata Kuroda.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA