Kemilau Emas Dunia Hantam Dolar AS

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 08 Dec 2018 08:03 WIB
harga emasemasekonomi dunia
Kemilau Emas Dunia Hantam Dolar AS
Ilustrasi (AFP/DEUTCHE BUNDESBANK)

Chicago: Harga emas mencapai puncak lima bulan pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan dapat terjadi karena dolar Amerika Serikat (USD) merosot menyusul data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan sehingga meningkatkan kemungkinan Federal Reserve memperlambat penaikan suku bunga acuan di 2019.

Mengutip CNBC, Sabtu, 8 Desember 2018, spot emas naik sebanyak 0,86 persen ke level USD1.248,28 per ons, setelah mencapai level USD1.245,60 per ons sebelumnya, level tertinggi sejak 13 Juli. Dengan kenaikan hampir 1,7 persen minggu ini, emas berpeluang mencatat kenaikan terbaiknya. Sedangkan emas berjangka AS ditutup pada USD1.252,60 per ons.

"Data penggajian non-pertanian keluar lebih rendah dari yang diharapkan. Ini adalah pilihan negatif yang menyebabkan orang-orang melakukan perlindungan lebih banyak pada emas dalam jangka pendek," ungkap Wakil Presiden Manajemen Logam Heraeus Miguel Perez-Santalla, di New York.

USD melemah terhadap sekeranjang mata uang pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS melambat pada November dan upah bulanan meningkat kurang dari yang diharapkan, menunjukkan beberapa moderasi dalam kegiatan ekonomi.

Emas, yang dianggap sebagai investasi yang aman selama masa ketidakpastian finansial, ekonomi, dan geopolitik, telah pulih sekitar tujuh persen dari posisi terendah 19 bulan pada pertengahan Agustus. Emas biasanya menjadi pilihan ketika USD melemah dan ketidakpastian terus menggoyahkan perekonomian.

"Dengan peningkatan volatilitas dan risiko geopolitik, alokasi aset makro seperti emas menjadi lebih positif sementara kami yakin sebagian besar kenaikan USD sekarang berada di belakang ekspektasi kenaikan suku bunga acuan," kata Analis BMO Capital Markets dalam sebuah catatan.

Sementara itu, spot paladium naik sebanyak 0,85 menjadi USD1.219,70 per ons. Perak naik 0,88 persen menjadi USD14,60 per ons dan menuju kenaikan mingguan lebih dari dua persen. Sedangkan Platinum naik 0,35 persen menjadi USD792,80. Logam sebelumnya mencapai level terendah tiga bulan USD779 dan memperpanjang kerugian untuk minggu kelima berturut-turut.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA