Hillary Clinton Sebut Pendukung Brexit Menentang Inggris Modern

Angga Bratadharma    •    Selasa, 10 Oct 2017 14:02 WIB
ekonomi amerikaekonomi eropauni eropabrexitekonomi inggris
Hillary Clinton Sebut Pendukung Brexit Menentang Inggris Modern
Hillary Clinton (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Warga Inggris yang mendukung Brexit atau memutuskan keluar dari keanggotaan Uni Eropa dalam referendum tahun lalu memilih menentang Inggris modern. Meski demikian, situasi dan kondisi itu memberikan efek tersendiri terhadap pergerakan ekonomi di Inggris dan Uni Eropa.

Hillary Clinton, dalam sebuah wawancara, mengatakan, mereka menentang modern Inggris dan Uni Eropa, percaya bahwa entah bagaimana ini akan baik untuk desa kecil mereka. Mereka beranggapan Inggris akan tetap mendapatkan keuntungan yang lebih baik jika berada di dalam Uni Eropa atau tidak memutuskan melakukan Brexit.

"Itu tidak masuk akal. Hal yang sama terjadi dalam balapan saya, tapi saya tidak. Kami pikir kami sangat rentan, tapi ternyata kami salah dan sebagian karena orang-orang Rusia memainkan peran yang jauh lebih besar, " kata mantan Sekretaris Negara AS tersebut, seperti dikutip dari CNBC, Selasa 10 Oktober 2017.



Badan intelijen Amerika telah menyimpulkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin pada awalnya ingin menyakiti mantan calon Presiden dari Demokrat yakni Clinton ketika ia memiliki kesempatan untuk menjadi panglima tertinggi, sebelum kemudian secara eksplisit membantu kampanye Donald Trump.

Rusia telah berulang kali menolak campur tangan dalam pemilihan AS di 2016. Clinton, yang dikalahkan oleh Trump pada pemilihan umum di November, mengatakan bahwa di belakang Brexit seharusnya menjadi peringatan yang lebih besar untuk kampanyenya sendiri.

Sebelumnya, perusahaan asing telah mengerem pembelian atau bisnisnya di Inggris tahun ini sebagai respons terhadap ketidakpastian Brexit atau keputusan untuk meninggalkan keanggotaan Uni Eropa. Hal itu terjadi meski ada keinginan untuk menggeser aktivitas bisnis yang telah jatuh nilainya setelah poundsterling melemah.

Sebuah studi tentang transaksi pembelian dan merger Inggris yang melibatkan perusahaan asing menunjukkan bahwa nilai pembelian bisnis milik Inggris turun dalam sembilan bulan pertama di tahun ini ke tingkat terendah sejak 2010. Kondisi seperti ini tentu perlu menjadi pertimbangan tersendiri.

 


(ABD)