Gerak Harga Minyak Dunia Melemah

Angga Bratadharma    •    Rabu, 03 Jan 2018 08:02 WIB
minyak mentah
Gerak Harga Minyak Dunia Melemah
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Harga minyak dunia turun pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena jaringan pipa minyak Lautan Libya dan Inggris Utara yang mengalami pemadaman baru-baru ini dimulai kembali. Sistem pipa Forties berkapasitas 450.000 barel per hari di Laut Utara Inggris kembali beroperasi penuh pada 30 Desember setelah sebuah penutupan yang tidak direncanakan.

Mengutip Xinhua, Rabu, 3 Januari 2018, West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari kehilangan 5 sen di AS untuk menetap di USD60,37 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret terhapus 30 sen menjadi ditutup pada USD66,57 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, perbaikan telah selesai pada pipa minyak Libya yang rusak akibat serangan yang dicurigai pekan lalu dan produksi dimulai ulang secara bertahap, menurut CNBC. Ada harapan agar harga minyak dunia bisa kembali menguat di masa mendatang.



Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 104,79 poin atau 0,42 persen menjadi 24.824,01. Sedangkan S&P 500 menambahkan 22,18 poin atau 0,83 persen menjadi 2.695,79. Indeks Nasdaq Composite melonjak 103,51 poin atau 1,50 persen menjadi 7.006,90.

Sentimen investor didorong oleh prospek reformasi pajak AS terkait tagihan pajak, yang undang-undangnya sudah ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump akhir bulan lalu, memotong tingkat pajak penghasilan badan menjadi 21 persen dari 35 persen dan menurunkan tingkat pendapatan perorangan. Ini mulai berlaku mulai Januari 2018.

Analis mengatakan optimisme atas pasar AS telah meningkat meski valuasi yang dipandang sebagai peregangan oleh banyak tindakan. Adapun keyakinan itu diharapkan memberi efek positif terhadap pergerakan ekonomi AS di masa-masa mendatang.

 


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA