RI Harus Berpartisipasi Mewarnai Kebijakan Globalisasi

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 12 Sep 2017 19:04 WIB
ktt g-20
RI Harus Berpartisipasi Mewarnai Kebijakan Globalisasi
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia dinilai perlu memperkuat partisipasinya dalam mewarnai kebijakan globalisasi yang tidak hanya didominasi negara-negara besar.

Indonesia merupakan negara berkembang yang masuk sebagai anggota G20. Negara-negara G20 beranggotakan 10 negara ditambah satu Masyarakat Ekonomi Eropa merupakan negara dengan kurang lebih 85 persen penyumbang ekonomi dunia.

Oleh karena itu, kebijakan-kebijakan yang dihasilkan oleh G20 menjadi relevan bepengaruh terhadap pengambilan keputusan. Hal ini terungkap dalam Seminar "Diplomasi Ekonomi Indonesia: Partisipasi Indonesia dalam Forum G20 dan Hasil KTT G20 Tahun 2017."

"Forum ini mempertemukan 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia dan Indonesia menjadi perwakilan negara berkembang yang ikut di dalamnya," ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman di Aula Terapung Perpustakaan Pusat Kampus UI, Depok, seperti dikutip dalam siaran persnya, Selasa 12 September 2017.

Hadir dalam acara ini Deputy Finance G20 Indonesia/Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Rionald Silaban, Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, Duta Besar Senior Makarim Wibisono dan Ketua Program Pascasarjan Hubungan Internasional Universitas Indonesia Makmur Keliat.

Rizal menjelaskan Indonesia dalam keanggotaan G20 bukan tanpa manfaat. Salah satu manfaat yang dapat diperoleh, imbuh dia, G20 merupakan sarana strategis untuk mengekstrapolasikan kepentingan nasional melalui diplomasi ekonomi serta menampilkan berbagai capaian domestik yang selama ini ada.

Menurut Rizal, keanggotaan pada G20 telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam perekonomian global yang ikut menentukan kerangka kebijakan perekonomian di dunia ini.

Penilaian itu didasarkan kepada indikator bahwa sebagai satu-satunya negara ASEAN yang ada di G20, Indonesia dapat memperkuat posisi kepemimpinan di kawasan dan menjadi jembatan bagi suara kolektif negara-negara ASEAN lainnya.

Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menjelaskan lndonesia memiliki peran yang konkrit di G20 dan mewujudkan aspirasi serta cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945.

"We do belong here, Indonesia di sini memang tempatnya menjadi anggota G20," pungkas Mahendra.

 


(AHL)