Mata Uang Paman Sam Keok

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 16 Sep 2017 08:47 WIB
dolar as
Mata Uang Paman Sam Keok
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, New York: Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terus menurun hingga penutupan perdagangan Jumat waktu setempat karena investor mencerna sejumlah laporan ekonomi.

Melansir Xinhua, Sabtu 16 September 2017, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,23 persen menjadi 91,913 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1939 dolar dari 1,1918 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,3571 dolar dari 1,3400 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,8000 dolar dari 0,7990 dolar.

Kemudian, dolar membeli 110,89 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,53 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9600 franc Swiss dari 0,9642 franc Swiss, dan berkapur hingga 1,2188 dolar Kanada dari 1.2187 dolar Kanada.

Sementara itu, bursa saham Wall Street telah menutup mata terhadap data inflasi karena mengindikasikan pergerakan Federal Reserve berikutnya.

Disesuaikan dengan variasi musiman, hari libur dan perbedaan hari perdagangan bukan perubahan harga, perkiraan awal penjualan ritel dan jasa-jasa makanan AS untuk Agustus 2017 mencapai USD474,8 miliar, atau turun 0,2 persen dari bulan sebelumnya, dan 3,2 persen di atas Agustus 2016, lapor Departemen Perdagangan AS.

Selain itu, data untuk Juli yang direvisi, menunjukkan kenaikan penjualan 0,3 persen, bukan lonjakan 0,6 persen yang dilaporkan sebelumnya, menurut departemen tersebut. Sebelumnya, Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan naik 0,4 persen pada Agustus secara musiman, lapor Departemen Tenaga Kerja AS.

Selama 12 bulan terakhir, harga konsumen naik 1,9 persen. Perubahan 12 bulan indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi tetap di 1,7 persen untuk bulan keempat berturut-turut, menurut laporan tersebut.

Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga Fed pada Desember mencapai 50,9 persen, menurut alat FedWatch CME Group. The Fed dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan terakhirnya mengenai kebijakan moneter minggu depan. Sementara bank sentral diperkirakan tidak akan mengumumkan kenaikan suku bunga, diharapkan dapat mulai melepaskan portofolio massanya yang mencapai USD4,5 triliun.


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA