Perang Dagang AS-Tiongkok Bayangi Pembicaraan G20

   •    Minggu, 02 Dec 2018 11:00 WIB
ktt g20Perang dagang
Perang Dagang AS-Tiongkok Bayangi Pembicaraan G20
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok : AFP).

Buenos Aires: Perang perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok membayangi pembicaraan G20. Sampai saat ini Washington dan Beijing telah memberlakukan tarif ratusan miliar dolar AS atas impor satu sama lain.

Presiden AS Donald Trump telah memulai upaya untuk memperbaiki apa yang dilihatnya sebagai praktik perdagangan Tiongkok yang tidak adil. Pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang bertujuan meredakan perang dagang akan menjadi ujian bagi kedua pemimpin. Presiden AS Donald Trump pun mencatat beberapa tanda-tanda positif dalam perundingan ini.

"Kami bekerja sangat keras. Jika kita bisa membuat kesepakatan itu akan bagus. Saya pikir mereka mau. Saya pikir kami ingin. Kita akan lihat," kata Trump dikutip dari Antara, Minggu, 2 Desember 2018.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Tiongkok di Buenos Aires mengatakan ada tanda-tanda peningkatan konsensus menjelang diskusi, tetapi perbedaan itu tetap ada.

Beijing berharap berhasil membujuk Trump agar membatalkan rencana untuk menaikkan tarif sebesar USD200 miliar pada barang-barang Tiongkok menjadi 25 persen pada Januari, dari 10 persen saat ini. Sementara Trump telah mengancam akan melanjutkannya dan mungkin menambahkan tarif impor sebesar USD267 miliar jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan.

Trump telah lama mengeluhkan tingginya surplus perdagangan Tiongkok dengan Amerika Serikat dan Washington menuduh Beijing tidak bermain adil dalam perdagangan. Tiongkok menyebut Amerika Serikat proteksionis dan menentang upaya mengintimidasi dalam perdagangan.

Kedua negara juga berselisih secara militer atas klaim ekstensif Tiongkok  di Laut China Selatan dan pergerakan kapal perang AS melalui Selat Taiwan yang sangat sensitif.

Pada Jumat, 30 November 2018, Xi dan para pemimpin dari kelompok negara-negara berkembang terkemuka BRICS -Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan- menyerukan dalam sebuah pernyataan untuk perdagangan internasional terbuka dan penguatan WTO.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan sedang menegosiasikan pernyataan akhir G20 yang akan mendukung reformasi badan perdagangan multilateral yang diperlukan untuk meningkatkan fungsinya.

Dalam upaya untuk memenangkan dukungan Tiongkok, menyusul kegagalan untuk menyetujui pernyataan di APEC, delegasi G20 melunakkan bahasa pada praktik perdagangan yang tidak adil.  Washington, sementara itu, telah menegaskan pernyataan itu menekankan bahwa sistem perdagangan multilateral tidak berfungsi.

 


(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA