Perang Dagang Kerucutkan Proyeksi Ekonomi Tiongkok

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 09 Oct 2018 12:31 WIB
IMF-World BankPerang dagang
Perang Dagang Kerucutkan Proyeksi Ekonomi Tiongkok
Chief Economist IMF Maurice Obstfeld -- Foto: AFP

Nusa Dua: Dana Moneter Internasional (IMF) telah menurunkan proyeksi yang lebih rendah di 2019 untuk ekonomi Tiongkok. Perang dagang pun menjadi pemicunya.

"Proyeksi kami terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok lebih rendah di 2019, karena tarif impor USD200 miliar yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) untuk Tiongkok," tutur Chief Economist IMF Maurice Obstfeld saat konferensi pers World Economic Outlook IMF, di BICC, Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018.

Menurut Maurice, aksi yang dilakukan Presiden AS Donald Trump terhadap Tiongkok ini sudah berdampak. Bahkan menyerang produk domestik bruto (PDB) Tiongkok.

"Ini menyerang PDB Tiongkok. Aksi balasan pun dilakukan Tiongkok ke AS," tambah dia.

Namun demikian, Maurice mengatakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok terjadi dengan cepat. Akan tetapi harus "tercoreng" karena adanya perang dagang ini. Sehingga mengurangi kontribusi pertumbuhan ekonomi Tiongkok, seperti halnya India.

Percepatan pertumbuhan ini, katanya adalah konsekuensi kuat dari kerangka kerja kebijakan yang lebih kuat di banyak pasar berkembang dan ekonomi berkembang. Hal ini termasuk dengan perdagangan yang lebih terbuka.

"Karena itu, ini menjadi faktor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam ekonomi dunia, mereka (Tiongkok) berbeda. Keuntungan pertumbuhannya bahkan lebih dari ekonomi negara maju," pungkasnya.

 


(Des)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

2 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA