Produksi Minyak OPEC Turun di Desember 2018

   •    Sabtu, 19 Jan 2019 19:02 WIB
minyak mentahopec
Produksi Minyak OPEC Turun di Desember 2018
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memangkas produksi minyak pada Desember 2018. Keputusan pemotongan tersebut memberikan sinyal bullish ke pasar sebelum kelompok produsen tersebut secara resmi memulai putaran baru penurunan produksi.

Bulan lalu, OPEC mencapai kesepakatan dengan Rusia dan sembilan negara lain untuk menjaga pasokan di 1,2 juta barel per hari dari pasar mulai Januari. Aliansi OPEC+ sedang mencoba untuk mencegah kelebihan minyak yang menghancurkan harga. Biaya minyak mentah runtuh pada kuartal terakhir 2018.

Mengutip CNBC, Sabtu, 19 Januari 2019, OPEC yang beranggotakan 14 negara mendapat persetujuan pada Desember untuk memangkas produksi. Pasokan minyak dari negara-negara OPEC sudah turun 751 ribu barel per hari menjadi hampir 31,6 juta barel per hari, menurut angka independen yang dikutip OPEC dalam laporan bulanannya.

Pengekspor minyak utama Arab Saudi adalah kekuatan utama di balik penurunan. Produksi kerajaan itu turun 468 ribu barel per hari menjadi lebih dari 10,5 juta barel per hari pada bulan lalu, angka independen menunjukkan. Sedangkan data yang dipasok langsung oleh Riyadh menunjukkan penurunan 450 ribu barel per hari menjadi lebih sedikit dari 10,6 juta barel per hari.

Ketika OPEC mengumumkan kesepakatan itu, Menteri Energi Saudi Khalid al Falih awalnya mengatakan, produksi Arab Saudi akan turun menjadi 10,7 juta barel per hari pada Desember dari rekor tertinggi 11,1 juta barel per hari pada November. "Saudi menargetkan penurunan lagi menjadi 10,2 juta barel per bulan bulan ini," kata Falih.

Pemangkasan lebih dalam produksi OPEC semakin menjadi-jadi karena ada gangguan pasokan di Libya dan Iran. Produksi di Libya turun 172 ribu barel per hari menjadi 928 ribu barel per hari pada Desember, setelah sekelompok pemrotes bersenjata dan pekerja yang dirugikan mengambil alih ladang minyak terbesar di negara itu.

Di Iran, produksi turun 159 ribu barel per hari menjadi hanya di bawah 2,8 juta barel per hari, karena Iran memasuki bulan kedua di bawah sanksi AS. Republik Islam telah berubah dari menjadi produsen terbesar ketiga OPEC menjadi terbesar kelima, tertinggal dari Uni Emirat Arab dan Kuwait pada Desember.


(ABD)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA