Permintaan dari Tiongkok Menguat, Harga Minyak Naik 1,3%

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 14 Jul 2017 08:18 WIB
minyak mentah
Permintaan dari Tiongkok Menguat, Harga Minyak Naik 1,3%
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan sebesar 1,3 persen setelah adanya permintaan yang lebih kuat dari Tiongkok.

Sebelumnya, harga minyak telah dibayangi laporan suram oleh Badan Energi Internasional (IEA) yang menunjukkan produksi yang lebih tinggi oleh eksportir utama negara-negara OPEC.

Reuters melansir, Jumat 14 Juli 2017, harga minyak mentah Brent LCOc1 naik 68 sen atau 1,42 persen menjadi USD48,42 per barel. Sementara minyak mentah mentah AS CLc1 naik 59 sen menjadi USD46,08 per barel.

"Pasar sedang mencoba untuk menstabilkan harga minyak," kata Manajer Riset Pasar Tradition Energy, Gene McGillian.

Harga minyak telah merespons hanya sedikit data yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun minggu lalu paling banyak dalam 10 bulan.

Harga minyak telah turun dalam beberapa pekan terakhir ke tingkat yang rendah sejak akhir tahun lalu karena investor kehilangan kepercayaan pada kesepakatan antara produsen OPEC dan non-OPEC untuk mengurangi output, sementara produksi minyak sampingan AS telah meningkat tajam.

Tapi ada bukti permintaan minyak dunia meningkat, terutama di Amerika Serikat dan Tiongkok, dua konsumen minyak terbesar di dunia.

Tiongkok mengimpor minyak sebesar 8,55 juta barel per hari (bpd) pada semester pertama tahun ini, naik 13,8 persen dari periode yang sama di 2016, Ini menjadikan negeri Tirai Bambu tersebut menjadi pengimpor minyak mentah terbesar di dunia setelah AS.

Meningkatnya permintaan dari Tiongkok ini membantu menguras kekalahan bahan bakar global namun penyeimbangan kembali pasar memakan waktu lebih lama dari yang diantisipasi.

IEA mengatakan bahwa pasar minyak bisa bertahan lebih lama dari perkiraan karena kenaikan produksi dan penurunan produksi terbatas oleh beberapa anggota OPEC.

Sementara itu, persediaan minyak di negara-negara industri tetap tinggi meski terjadi penurunan tipis di Mei. OPEC mengatakan pada Rabu bahwa dunia hanya membutuhkan 32,2 juta bpd minyak mentah tahun depan, turun 60.000 bpd dari tahun ini dan sekitar 400.000 bpd kurang dari yang dipompa pada Juni.

OPEC telah berjanji untuk mengekang produksi sekitar 1,2 juta bpd antara Januari tahun ini dan Maret 2018, sementara Rusia dan produsen non-OPEC lainnya mengatakan bahwa mereka akan menahan setengahnya.


(AHL)