Perdagangan Intra-ASEAN Dibidik Naik Dua Kali Lipat

Fauzi Jamal    •    Jumat, 08 Sep 2017 12:57 WIB
kementerian perdaganganasean
Perdagangan Intra-ASEAN Dibidik Naik Dua Kali Lipat
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (FOTO: Dokumentasi Humas Kemendag)

Metrotvnews.com, Manila: Negara-negara anggota ASEAN sepakat meningkatkan perdagangan intra-ASEAN dua kali lipat secara bertahap mulai 2017 hingga 2025.

Hal ini ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai menghadiri pertemuan Menteri ASEAN Free Trade Area (AFTA) Counsil ke-31 yang merupakan rangkaian kegiatan pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) ke-49 di Pasay City Filipina.

"Target menggandakan perdagangan intra-ASEAN pada 2025 merupakan target yang ambisius. Namun, target tersebut dapat dicapai jika negara-negara ASEAN solid dan melaksanakan komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2025 serta kerja sama yang saling menguntungkan dengan memahami kondisi masing-masing negara," kata Enggar, Jumat 8 September 2017.

Menurut Enggar, Indonesia mampu memenuhi target peningkatan perdagangan intra-ASEAN mengingat permintaan perdagangan bilateral juga terus meningkat. Ditambah lagi, penilaian dan analisis dari  lembaga-lembaga internasional yang menyebut kinerja perekonomian Indonesia dalam kondisi yang bagus dan dapat dijadikan tujuan investasi utama.



"Oleh karena itu, Indonesia jangan mau hanya jadi pasar dari produk-produk luar yang masuk begitu saja," tegasnya.

Total perdagangan ASEAN pada 2016 mencapai USD2,22 triliun dengan 23,1 persen di antaranya adalah perdagangan intra-ASEAN. Adapun total investasi ASEAN mencapai USD96,72 miliar dengan 24,8 persen adalah investasi intra-ASEAN.

Mitra dagang utama ASEAN adalah negara-negara anggota ASEAN yang mencakup 23 persen diikuti Tiongkok 16 persen, Uni Eropa 10 persen, serta Amerika Serikat dan Jepang masing-masing sebesar sembilan persen.

Di sela pertemuan AEM, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Malaysia Dato Sri Mustapa Mohamed. Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat menjaga ekspor kelapa sawit dari berbagai kampanye hitam yang merugikan kedua negara.

Indonesia juga mendorong Malaysia melayangkan protes kepada Uni Eropa terkait kampanye hitam kelapa sawit. Isu lain yang dibahas adalah upaya memperlancar perdagangan di wilayah perbatasan kedua negara. Indonesia memastikan perjanjian sedang dibahas dan akan diperbarui serta akan membangun infrastrukturnya.


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

18 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA