Arab Saudi Berharap Pembatasan Produksi Minyak Bisa Tercapai

Angga Bratadharma    •    Senin, 28 Nov 2016 08:53 WIB
minyak mentahopec
Arab Saudi Berharap Pembatasan Produksi Minyak Bisa Tercapai
Logo OPEC (REUTERS/Heinz-Peter Bader)

Metrotvnews.com, Dubai: Negara pengekspor minyak sekaligus anggota dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) Arab Saudi menegaskan bahwa kelompok produsen tidak akan menghadiri pembicaraan pada Senin dengan negara produsen bukan anggota OPEC. Adapun pertemuan itu membahas mengenai pembatasan produksi minyak.

Pertemuan di Wina direncanakan akan dilakukan pada akhir November dalam rangka membahas mengenai kontribusi negara produsen bukan anggota OPEC. Hal itu berkaitan dengan usulan pembatasan produksi minyak. Menteri minyak OPEC akan bertemu juga dalam upaya mencapai sebuah kesepakatan.

"Ada surat resmi (dari Saudi Arabia) dan mengatakan (negara produsen OPEC) tidak akan menghadiri pertemuan tersebut karena para menteri harus setuju untuk memotong produksi dan kemudian menyajikan kesepakatan itu dengan negara-negara bukan anggota OPEC," kata seorang sumber di OPEC, seperti dikutip dari Reuters, Senin (28/11/2016).

Baca: Iran optimistis OPEC Capai Kesepakatan Pembekuan Produksi

OPEC terus mencoba untuk mencapai perjanjian yang sudah dilakukan pada awal September di Aljazair yang akan mengurangi produksi minyaknya antara 32,5 juta hingga 33 juta barel per hari. Namun, OPEC masih terus melakukan pembahasan secara mendalam.


Logo OPEC (REUTERS/Ramzi Boudina)

OPEC memiliki tujuan untuk menekan pasokan minyak dalam rangka menopang harga minyak bisa kembali menguat. Harga minyak pernah berada di posisi USD48 per barel dan sampai sekarang ini masih berada di level yang rendah. Harga minyak memperpanjang penurunan sebelumnya pada Jumat setelah Saudi tidak muncul.

Baca: Libya Tidak Ambil Bagian dalam Pembekuan Produksi di OPEC

Selain itu, negara anggota OPEC berharap negara produsen bukan anggota OPEC seperti Rusia bisa mendukung pembekuan produksi. Tentu dukungan dari berbagai macam pihak menjadi sangat penting agar harga minyak tidak terus mengalami pelemahan seperti sekarang ini.

 


(ABD)