Minyak Dunia Merosot di Tengah Pesimisme Kesepakatan Pengurangan Produksi

   •    Rabu, 30 Nov 2016 08:19 WIB
minyak mentah
Minyak Dunia Merosot di Tengah Pesimisme Kesepakatan Pengurangan Produksi
Ilustrasi (REUTERS/Nick Oxford)

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak dunia merosot hampir empat persen pada Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB), di tengah berita bahwa produsen-produsen minyak utama tidak setuju tentang distribusi pengurangan produksi.

Mengutip Antara, Rabu 30 November, patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, mengalami penurunan sebanyak USD1,85 menjadi menetap di USD45,23 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, berkurang sebesar USD1,86 menjadi ditutup pada posisi USD46,38 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca: Kemenangan Trump Tidak Pengaruhi Kontrak Minyak Iran

Laporan-laporan media mengatakan bahwa Iran dan Irak telah menolak tekanan dari Arab Saudi untuk memangkas produksi minyak mentah, sehingga sulit bagi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencapai kesepakatan pembatasan produksi global ketika bertemu pada Rabu.

Sumber-sumber OPEC mengatakan kepada Reuters, pertemuan para ahli di Wina pada Senin gagal menjembatani perbedaan antara pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi, dengan kelompok produsen kedua dan ketiga terbesar atas mekanisme pemotongan produksi.


Api muncul dari pipa di ladang minyak di Basra, Baghdad, Irak (REUTERS/Essam Al-Sudani)

"Pemulihan pangsa Iran yang hilang di pasar minyak adalah kehendak nasional dan tuntutan rakyat Iran," kantor berita Iran Shana mengutip perkataan menteri minyak negara itu Bijan Zanganeh, yang dijadwalkan tiba di Wina pada Selasa.

OPEC, yang menyumbang sepertiga produksi minyak dunia, pada September menyepakati untuk membatasi produksi pada sekitar 32,5-33,0 juta barel per hari dibandingkan dengan saat ini 33,64 juta barel per hari untuk menopang harga minyak, yang telah terbelah sejak pertengahan 2014.

Baca: Royal Dutch Shell Berniat Jual Aset Minyak

Iran berpendapat pihaknya ingin menaikkan produksi untuk mendapatkan kembali pangsa pasarnya yang hilang di bawah sanksi-sanksi Barat, ketika rival politiknya Arab Saudi meningkatkan produksi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Riyadh menawarkan untuk memangkas produksinya sendiri sebesar 0,5 juta barel per hari, menurut sumber-sumber OPEC, dan menyarankan pembatasn produksi Iran di bawah empat juta barel per hari. Teheran telah mengirimkan sinyal beragam termasuk ingin memproduksi 4,2 juta barel per hari.

 


(ABD)