Minyak AS Sentuh Tingkat Tertinggi Akibat Kekhawatiran Rudal

   •    Kamis, 12 Apr 2018 08:01 WIB
minyak mentah
Minyak AS Sentuh Tingkat Tertinggi Akibat Kekhawatiran Rudal
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

New York: Harga minyak dunia melonjak pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), mencapai tingkat tertinggi mereka dalam lebih dari tiga tahun. Hal itu terjadi setelah Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya mencegat rudal di atas Riyadh dan Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia akan tindakan militer segera di Suriah.

Mengutip Antara, Kamis, 12 April 2018, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni bertambah USD1,02 menjadi ditutup pada USD72,06 per barel, setelah menyentuh tingkat tertinggi USD73,09 di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik sebanyak USD1,31 menjadi menetap di USD66,82 per barel, setelah diperdagangkan setinggi USD67,45 di New York Mercantile Exchange.

Baik patokan minyak mentah AS maupun patokan global Brent diperdagangkan pada level tertinggi sejak 2014, karena kekhawatiran geopolitik membayangi kejutan peningkatan dalam persediaan minyak mentah AS.



"Sebuah laporan persediaan bearish dengan cepat dinetralisir karena kata-kata rudal yang dicegat di atas Riyadh, yang hanya menambah lonjakan ketegangan geopolitik baru-baru ini," kata Analis Pasar Energi dan Broker Komoditas Berjangka CHS Hedging LLC Anthony Headrick.

Harga-harga mulai reli karena Trump mengancam akan menembakkan rudal ke Suriah. Washington dan sekutunya telah mempertimbangkan serangan udara menyusul dugaan serangan gas beracun akhir pekan lalu. Minyak naik lebih lanjut, setelah penyiar Al Arabiya mengatakan pasukan pertahanan udara Arab Saudi mencegat rudal di atas ibu kota Riyadh.

Beberapa maskapai besar merutekan ulang penerbangan setelah badan kontrol lalu lintas udara Eropa mendesak agar pesawat-pesawat yang terbang di Mediterania timur untuk berhati-hati, karena kemungkinan serangan udara pada Suriah. Trump telah mengkritik Moskow karena mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.



"Rusia berjanji akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, baik dan baru dan pintar," tulis Trump dalam sebuah posting di Twitter.

Suriah bukan produsen minyak yang signifikan, tetapi tanda-tanda konflik di kawasan itu memicu kekhawatiran tentang aliran minyak mentah di Timur Tengah yang lebih luas. Laporan rudal di Riyadh memperburuk kekhawatiran tersebut, di atas kekhawatiran yang ada, Amerika Serikat dapat memperbarui sanksi-sanksi terhadap Iran.

Persediaan minyak mentah AS naik 3,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 6 April, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Kenaikan besar itu mengejutkan, setelah para analis memperkirakan penurunan 189.000 barel.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

11 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA