USD Tergelincir Usai Fed Naikkan Suku Bunga

Angga Bratadharma    •    Kamis, 14 Jun 2018 09:02 WIB
dolar as
USD Tergelincir Usai Fed Naikkan Suku Bunga
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

New York: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) tergelincir terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Pelemahan terjadi meski Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat poin persentase.

Mengutip Xinhua, Kamis, 14 Juni 2018, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,16 persen menjadi 93,670 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1773 dari USD1,1748 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3380 dari USD1,3375 pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia turun menjadi USD0,7550 dari USD0,7572. Sedangkan USD membeli 110,52 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,35 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9859 franc Swiss dari 0,9862 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3000 dolar Kanada dari 1,3018 dolar Kanada.

Federal Reserve menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat poin persentase yang merupakan kenaikan suku bunga kedua tahun ini dan ketujuh sejak akhir 2015. Dengan demikian suku bunga Amerika Serikat (AS) sebesar 1,75 sampai dengan dua persen.



"Mengingat kondisi pasar kerja dan inflasi yang direalisasikan dan diharapkan, Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market) memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga," kata bank sentral dalam keterangan resminya.

The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS terus menguat dan kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang solid dengan belanja rumah tangga meningkat dan investasi bisnis tetap tumbuh kuat.

Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir naik 0,5 persen pada Mei berdasarkan penyesuaian musiman, sebagian besar didorong oleh kenaikan harga bensin. Dalam 12 bulan hingga Mei, indeks meningkat 3,1 persen atau kenaikan 12 bulan terbesar sejak Januari 2012.

 


(ABD)