Capai Level Tertinggi

Imbal Hasil Treasury AS 10 Tahun Tembus 3,09%

Angga Bratadharma    •    Rabu, 16 May 2018 13:02 WIB
ekonomi amerika
Imbal Hasil <i>Treasury</i> AS 10 Tahun Tembus 3,09%
Ilustrasi (Jin Lee/Bloomberg)

New York: Imbal hasil treasury Amerika Serikat (AS) 10 tahun mencapai level tertingginya sejak 2011 dan imbal hasil untuk dua tahun mencapai level tertinggi sejak 2008 setelah rilis penjualan ritel yang kuat dan data manufaktur. Naiknya imbal hasil surat utang AS mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (USD) sehingga menekan gerak nilai tukar rupiah.

Imbal hasil treasury AS 10 tahun, yang bergerak terbalik terhadap harga, naik sembilan basis poin menjadi 3,091 persen pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Sedangkan imbal hasil surat utang AS dua tahun mencapai level tertinggi 2,589 persen yang merupakan level tertinggi sejak 11 Agustus 2008.

Perubahan tingkat imbal hasil 10 tahun sangat penting bagi investor mengingat perannya sebagai barometer untuk tingkat hipotek dan instrumen keuangan lainnya. Imbal hasil obligasi treasury 30 tahun juga lebih tinggi pada 3,22 persen, tertinggi sejak 26 April.

"Ada sejumlah masalah mendasar yang harus diperhatikan dan selama pertumbuhan ekonomi tetap stabil, maka seruan the Fed untuk terus menaikkan suku bunga akan tetap tinggi," ungkap Kepala Pasar Modal Pendapatan Tetap Raymond James Kevin Giddis, seperti dikutip dari CNBC, Rabu, 16 Mei 2018.



"Di atas itu, Departemen Keuangan AS perlu terus datang dan datang dengan lelang yang lebih besar sepanjang tahun untuk membayar, tidak hanya undian pajak, tetapi untuk terus mengikuti rencana pertumbuhan ambisius yang datang dari Gedung Putih," tambahnya.

Departemen Perdagangan AS mengatakan penjualan ritel meningkat 0,3 persen pada April, sementara angka Maret direvisi naik menjadi 0,8 persen. Kenaikan belanja itu tersebar luas di industri ritel dengan keuntungan besar di toko-toko furnitur dan pakaian.

The New York Empire State Index, ukuran manufaktur di wilayah tersebut, berada pada posisi 20,1 untuk Mei atau jauh lebih baik daripada level 15 yang diperkirakan oleh para ekonom. Investor bertaruh bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap agresifnya meskipun sedikit mengganggu pasar keuangan.

Namun, menurut alat pelacakan FedWatch CME untuk pasar berjangka fed funds, para pedagang untuk pertama kalinya menetapkan peluang kenaikan suku bunga acuan sebanyak empat kali di sepanjang tahun ini di atas 51 persen. Tentu kondisi ini perlu diperhatikan karena bisa berimbas terhadap pergerakan imbal hasil investasi.

 


(ABD)


Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit

10 hours Ago

Bangkutnya PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT …

BERITA LAINNYA