Wapres AS Bahas Perekonomian dan Perdagangan

   •    Rabu, 19 Apr 2017 11:13 WIB
indonesia-as
Wapres AS Bahas Perekonomian dan Perdagangan
Wakil Presiden AS Mike Pence siap membahas perdagangan dan perekonomian dengan Indonesia. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah mengunjungi Korea Selatan dan Jepang, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael Pence tiba di Indonesia hari ini. Dalam kunjungan kenegaraan hingga 21 April itu, Pence bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Pence melakukan kunjungan kehormatan bertemu dengan Presiden Jokowi. Setelah itu pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Selain kedua agenda tersebut, sambung Retno, Pence juga akan bertemu Sekjen ASEAN Lee Luong Minh.

"Jakarta ini kan tuan rumah Sekretariat ASEAN sehingga tamu-tamu saat berkunjung ke Jakarta juga melakukan pertemuan dengan ASEAN," imbuhnya.

Secara terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ia dan Pence akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bisnis dengan lima perusahaan di bidang energi dan teknologi informasi (IT) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat 21 April.




"Soal forum bisnis, mereka seperti biasa ada MoU di antara para pengusaha. Jumlahnya saya belum tahu, tapi sebetulnya investasi terbesar AS di Indonesia itu energi," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Lima perusahaan AS yang akan menandatangani MoU dengan pebisnis Indonesia ialah General Electric (GE), Applied Materials (AMAT), Lockhead Martin, Honeywell, dan Greenbelt Waste Resources.

Kalla juga akan membahas lebih lanjut rencana perusahaan minyak dan gas AS untuk terlibat dalam proyek Indonesia Deepwater Development (IDD).

"Ya dan memang sektor energi kita butuhkan karena memang butuh modal besar dan teknologi yang tinggi. Kita sudah bicarakan pendahuluannya, bagaimana Natuna, IDD di Chevron, dan sebagainya," tambah Kalla.

Terkait dengan hubungan perdagangan, awal April lalu Departemen Dalam Negeri AS mengumumkan Indonesia berada di urutan ke-15 dengan surplus perdagangan USD13 miliar terhadap AS. (Media Indonesia)


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA