Investor Diminta Perhatikan Pasar Keuangan yang Terlalu Panas

Angga Bratadharma    •    Rabu, 06 Dec 2017 15:04 WIB
wall streetekonomi amerikathe fed
Investor Diminta Perhatikan Pasar Keuangan yang Terlalu Panas
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

New York: Investor harus lebih memerhatikan pasar keuangan yang terlalu panas pada saat utang konsumen naik ke tingkat yang tidak berkelanjutan, menurut badan global untuk bank sentral. Kewaspadaan sangat penting agar menekan sedemikian rupa sejumlah risiko yang bisa muncul kapan dan di mana saja.

Dalam laporan keuangan kuartalannya, Bank for International Settlements (BIS) mengatakan bahwa para investor memilih untuk berjemur dalam cahaya dan kehangatan untuk meningkatkan pertumbuhan global, meredam inflasi, dan melonjaknya pasar saham. Di sisi lain, perlu kewaspadaan terkait potensi munculnya krisis.

"Namun, mencatat tingkat utang yang tinggi dan skala reli harga aset tahun ini sama-sama mengingatkan pada era krisis sebelum 2008," sebut BIS, seperti dilansir dari CNBC, Rabu, 6 Desember 2017.

Sementara itu, Kepala Departemen Moneter dan Ekonomi BIS Claudio Borio menambahkan, kerentanan yang telah dibangun di seluruh dunia selama periode panjang suku bunga rendah yang luar biasa belum hilang. Tingkat utang yang tinggi, baik dalam mata uang domestik maupun luar negeri masih ada, dan juga valuasi terus terjadi.

Pada September, Federal Reserve mengumumkan rencana untuk mulai melepaskan neraca besarnya sementara Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) juga siap memotong rangsangannya. Kesemuanya ini akan memberikan efek terhadap pergerakan di pasar modal yakni di Wall Street.

Sebuah prospek pertumbuhan global yang membaik dan sinyal dari the Fed dan ECB bahwa mereka akan cenderung menerapkan pendekatan hati-hati ke depan kemungkinan penjelasan untuk hasil yang rendah keras, kata BIS, meskipun hal itu juga memicu pertanyaan yang lebih dalam.


(ABD)