Indeks Acuan Inggris Berakhir Melemah 0,16%

   •    Rabu, 06 Dec 2017 09:02 WIB
bursa efekbursa sahamekonomi inggris
Indeks Acuan Inggris Berakhir Melemah 0,16%
Ilustrasi (AFP PHOTO/SHAUN CURRY)

London: Saham-saham Inggris berakhir melemah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun sebesar 0,16 persen atau 11,47 poin, menjadi 7.327,50 poin.

Mengutip Antara, Rabu, 6 Desember 2017, Standard Chartered, kelompok perbankan multinasional, melonjak 3,03 persen, menjadikannya sebagai peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham Tesco dan Sainsbury, yang masing-masing meningkat 3,00 persen dan 2,75 persen.

Di sisi lain, kelompok pertambangan internasional Anglo American menderita kerugian paling besar dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 2,45 persen. Diikuti oleh saham Glencore, perusahaan logam multinasional terkemuka, merosot 2,27 persen, serta St James's Place, perusahaan manajemen kekayaan Inggris, yang kehilangan 2,08 persen.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 109,41 poin atau 0,45 persen menjadi ditutup di 24.180,64 poin. Indeks S&P 500 mengalami penurunan 9,87 poin atau 0,37 persen menjadi berakhir di 2.629,57 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 13,15 poin atau 0,19 persen menjadi ditutup di 6.762,21 poin.

Senat AS pada Sabtu 2 Desember dengan suara tipis meloloskan rancangan undang-undang dari Partai Republik untuk merombak kode pajak dalam beberapa dasawarsa, bergerak selangkah lebih dekat ke kemenangan legislatif besar pertama pemerintahan Trump dan anggota Kongres Partai Republik.

Dewan Perwakilan Rakyat AS telah mengeluarkan rancangan undang-undang perpajakannya versinya sendiri pada bulan lalu, yang mengandung perbedaan signifikan dari versi Senat. Partai Republik saat ini berencana untuk mengadakan konferensi dalam beberapa minggu ke depan untuk menyesuaikan versi DPR dan Senat.

Merombak kode pajak merupakan prioritas utama Partai Republik dan mereka berharap bisa mengirim rancangan undang-undang akhir kepada Presiden Donald Trump sebelum Natal. Para analis mengatakan sentimen pasar didorong oleh prospek rancangan undang-undang pajak, mengirim Dow Jones Industrial Average ke rekor tertinggi.


(ABD)