Pernyataan Powell Bebani Pasar Saham USD1,5 Triliun

   •    Sabtu, 06 Oct 2018 20:02 WIB
ekonomi amerikathe fedjpmorgan
Pernyataan Powell Bebani Pasar Saham USD1,5 Triliun
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

New York: JP Morgan mengungkapkan pasar saham mulai mengkhawatirkan ketika Ketua Federal Reserve Jerome Powell mulai berbicara. Sejak Powell mengambil alih pada Februari 2018, komentar publiknya telah merugikan pasar, khususnya sekitar USD1,5 triliun kerugian dalam kapitalisasi pasar.

Mengutip CNBC, Sabtu, 6 Oktober 2018, JP Morgan mengatakan para ahli strategi bank secara khusus menemukan bahwa ketika Powell memberikan sebuah konferensi pers setelah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), S&P 500 biasanya turun 0,44 poin persentase saat dia berbicara kepada media.

Ketika ia menyampaikan kesaksian di Kongres atau pidato lainnya, penurunan rata-rata adalah 0,4 poin persentase, dengan indeks jatuh sebanyak lima dari sembilan kesempatan. Jika tren berlanjut, itu bisa mengkhawatirkan pasar. Jadwal publik Powell akan dipercepat pada 2019, ketika ia mulai menyelenggarakan konferensi setelah setiap pertemuan.

Alasan yang mungkin terjadi terkait penurunan pasar saham, menurut analisis JP Morgan yakni khawatir bahwa Powell dan the Fed tidak memahami lanskap saat ini. Secara khusus, pasar ekuitas menyiratkan bahwa the Fed meremehkan berbagai risiko. Kondisi ini tentu sangat disayangkan.

"Dan karenanya meningkatkan probabilitas tersirat dari the Fed untuk melakukan kesalahan kebijakan di masa depan. Kemungkinan lebih tinggi dari kesalahan kebijakan diterjemahkan menjadi harga ekuitas yang lebih rendah pada berita," kata Kepala Global Strategi Kuantitatif dan Derivatif Marko Kolanovic, dalam laporannya.

Secara keseluruhan, pasar saham telah melakukan kinerja dengan cukup baik tahun ini. S&P 500 telah meningkat sekitar 9,6 persen, meski the Fed telah menaikkan suku bunga tiga kali. Powell telah berulang kali mengatakan ekonomi AS kuat dan ini adalah saat yang tepat bagi bank sentral menormalkan kebijakan setelah bertahun-tahun bersikap ultra-akomodatif.

Namun sayangnya, Presiden AS Donald Trump mengkritik the Fed pada beberapa kesempatan, sebuah langkah yang tidak biasa bagi seorang Presiden, dengan mengatakan dia khawatir desakan the Fed untuk menaikkan suku bunga dapat mengorbankan momentum substansial ekonomi yang telah dibangun sejak pemilu 2016.

JP Morgan menilai ada penyebab langsung antara komentar Powell dan gerak pasar saham karena terdapat perubahan selama Ketua the Fed berbicara. JP Morgan mengutip tiga pernyataan menyulitkan dari Powell yakni pasar saham dinilai terlalu tinggi, kenaikan suku bunga diperlukan atau diperlukan, dan pasar saham perhatian menjual waran jika berkelanjutan.

"Jika investor fundamental mulai mempertanyakan siklus, sebuah aksi jual yang didorong secara teknis bisa lebih keras dan lebih mungkin untuk memberikan pukulan telak ke siklus ekonomi," pungkas Kolanovic.


(ABD)


Pameran Seni Kontemporer Art Bali

Pameran Seni Kontemporer Art Bali

1 hour Ago

Pameran seni rupa kontemporer Art Bali menjadi salah satu venue yang menarik perhatian delegasi…

BERITA LAINNYA