Dolar AS Mulai Bangkit di Tengah Ketidakpastian Brexit

   •    Rabu, 30 Jan 2019 09:43 WIB
dolar as
Dolar AS Mulai Bangkit di Tengah Ketidakpastian Brexit
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) berbalik menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena poundsterling Inggris memperpanjang kerugiannya terhadap greenback, setelah amandemen yang ditunggu-tunggu untuk menunda Brexit ditolak oleh parlemen Inggris.

Mengutip Antara, Rabu, 30 Januari 2019, pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah mendekati USD1,1427 dari USD1,1427 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3100 dari USD1,3157 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7148 dari USD0,7165.

Dolar AS dibeli 109,27 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 109,35 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9950 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9916 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3283 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3256 dolar Kanada.

Para investor juga menunggu pidato Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa.

Pasar telah bertaruh tentang kemungkinan pelonggaran pengetatan moneter The Fed pada tahun ini, yang biasanya tidak menguntungkan bagi greenback di pasar valuta asing global.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 51,74 poin atau 0,21 persen menjadi berakhir di 24.579,96 poin. Indeks S&P 500 turun 3,85 poin atau 0,15 persen menjadi ditutup di 2.640,00 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 57,40 poin atau 0,81 persen, menjadi 7.028,29 poin.

Raksasa farmasi Pfizer melaporkan laba kuartal keempat yang melampaui estimasi Wall Street. Perusahaan melaporkan laba per saham USD0,64 dan pendapatan USD13,97 miliar. Untuk tahun penuh 2018, Pfizer melaporkan laba per saham yang disesuaikan USD3,00 dan pendapatan USD53,6 miliar.


(ABD)