Negara Berkembang Perlu Antisipasi Penaikan Suku Bunga AS

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 10 Oct 2018 11:55 WIB
the fedIMF-World Bank
Negara Berkembang Perlu Antisipasi Penaikan Suku Bunga AS
Economic Counsellor and Director of the Research Department IMF Maurice Obstfeld -- Foto: AFP

Nusa Dua: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan  suku bunga Amerika Serikat (AS) kembali dinaikkan oleh the Fed pada Desember 2018. Karenanya, perlu penguatan kerangka kebijakan keuangan dan moneter untuk mengantisipasi gejolak global yang bakal terjadi akibat langkah bank sentral AS tersebut.

Economic Counsellor and Director of the Research Department Maurice Obstfeld menjelaskan kenaikan suku bunga acuan AS oleh the Fed sejalan dengan penguatan ekonomi di negeri Paman Sam, terutama membaiknya data tenaga kerja dan terkendalinya tingkat inflasi.

"Ekspansi ekonomi terjadi membuat Fed diperkirakan menaikkan (suku bunga) satu kali lagi pada Desember, yang akan membawa jumlah total menjadi empat (kali kenaikan suku bunga) untuk tahun ini," kata Maurice, di Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Menurutnya perlu ada mitigasi yang dilakukan oleh negara berkembang melalui kebijakan keuangan dan moneter. Sebab, naiknya suku bunga acuan oleh the Fed akan mendorong dolar Amerika Serikat (USD) ke level yang lebih tinggi dan nantinya menekan sejumlah mata uang di dunia.

"Jadi, itu akan membawa beberapa risiko. Itu mengapa kekuatan umum kerangka kebijakan sangat penting," ucap dia.

Sementara itu, Presiden dan CEO Federal Reserve of New York John C Williams memprediksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan lebih kuat di masa-masa mendatang. Secara rinci, Produk Domestik Bruto (PDB) riil Amerika Serikat akan meningkat sekitar tiga persen di 2018 dan 2,5 persen di 2019.
 
"Dengan stimulus fiskal dan kondisi keuangan yang menguntungkan maka memberikan angin segar bagi perekonomian AS dan prospeknya adalah pertumbuhan yang lebih kuat," kata Williams.

Ia menjelaskan laju pertumbuhan ekonomi AS sejalan dengan peningkatan lapangan kerja yang juga berkolerasi dengan penurunan angka pengangguran. Adapun tingkat pengangguran di AS diramal turun di bawah 3,5 persen pada 2019 atau merupakan level terendah dalam 50 tahun terakhir.

 


(Des)


Pameran Seni Kontemporer Art Bali

Pameran Seni Kontemporer Art Bali

1 hour Ago

Pameran seni rupa kontemporer Art Bali menjadi salah satu venue yang menarik perhatian delegasi…

BERITA LAINNYA