IMF: Dunia Butuh Multilateralisme Baru

Suci Sedya Utami, Ade Hapsari Lestarini, Eko Nordiansyah, Annisa ayu artanti, Angga Bratadharma    •    Jumat, 12 Oct 2018 13:35 WIB
ekonomi duniaIMF-World Bank
IMF: Dunia Butuh Multilateralisme Baru
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Nusa Dua: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menilai ekonomi global terus tumbuh kuat, tetapi pertumbuhannya tidak tersebar merata di seluruh wilayah dan menyentuh semua orang. Dalam hal ini, IMF melihat, perlu multilateralisme baru guna menavigasi lanskap ekonomi dunia.

"Beberapa risiko mulai bermunculan yang bisa mengganggu stabilitas dan kemakmuran ekonomi. Risiko ini terhadap prinsip dan institusi yang mendukung kerja sama internasional," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, seperti dikutip Medcom.id, dari kata sambutannya bertajuk 'New Economic Landscape, New Multilateralism', Jumat, 12 Oktober 2018.

Adapun dalam kerja sama tersebut, Lagarde menambahkan, yang telah membantu dunia kembali dari jurang krisis keuangan besar. Hal itu juga yang terus mendorong keberhasilan luar biasa dari kawasan ASEAN saat ini. Sesungguhnya, tambahnya, pendekatan kooperatif yang diambil oleh ASEAN menawarkan pelajaran penting bagi semua pihak sekarang ini.

"Mengapa? Karena saat kita melihat dunia saat ini, kita menghadapi tantangan lanskap ekonomi baru dan itu dalam dua dimensi," ungkapnya.

Dimensi pertama, mencakup lapisan moneter, fiskal, dan keuangan dari interaksi ekonomi dunia. Dimensi kedua, terdiri dari ketidaksetaraan, teknologi, dan keberlanjutan. Kedua dimensi bersifat makro-kritis. Menurut Lagarde dalam menangani masalah-masalah ini, kebijakan-kebijakan domestik yang sehat menjadi sangat penting.

"Tetapi menavigasi lanskap baru ini membutuhkan kerja sama internasional dan kerja sama yang berbeda dari masa lalu. Saya menyebutnya multilateralisme baru. Ini lebih inklusif, lebih berpusat pada orang, dan lebih berorientasi pada hasil," pungkasnya.

Di sisi lain, Lagarde memberikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Indonesia yang mampu mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan, dan memadukan dengan cepat sejumlah instrumen dalam ekonomi global. Bahkan, ia lebih terkesan dengan keberanian dan ketahanan Indonesia dalam menghadapi bencana alam di Lombok dan Sulawesi.

"Atas nama IMF, izinkan saya menawarkan sekali lagi simpati dan belasungkawa saya kepada semua orang yang telah kehilangan orang yang dicintai," tuturnya.

Menurutnya para pemimpin Indonesia telah bekerja siang dan malam untuk meringankan penderitaan yang ditimbulkan oleh tragedi tersebut. Namun, mereka terus menunjukkan kepada semua orang di sini kebaikan, keramahan, dan semangat mereka.

"Itu lah semangat yang saya lihat di wajah orang-orang Lombok ketika saya berkunjung beberapa hari yang lalu. Itu adalah semangat Indonesia," pungkasnya.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA