Bursa Saham Amerika Serikat Terjun Bebas

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 15 Dec 2018 07:03 WIB
wall street
Bursa Saham Amerika Serikat Terjun Bebas
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) turun tajam pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena kekhawatiran investor tumbuh akibat munculnya kemungkinan perlambatan ekonomi global. Selain itu, belum tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga masih membebani pasar saham.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 15 Desember 2018, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 496,87 poin atau 2,02 persen menjadi 24.100,51. Sedangkan S&P 500 turun 50,59 poin atau 1,91 persen menjadi 2.599,95. Indeks Nasdaq Composite turun 159,67 poin atau 2,26 persen menjadi 6.910,66.

Dow Jones merosot lebih dari 550 poin pada level terendahnya selama sesi perdagangan dan menukik ke penutupan terendahnya sejak Mei. S&P 500 merosot ke level penutupan terendah sejak April. Semua 11 sektor utama di S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan kesehatan dan teknologi masing-masing turun 3,37 persen dan 2,48 persen.

Setelah penjualan yang tajam, Nasdaq teknologi-berat sekarang hanya naik 0,11 persen untuk tahun ini. Indeks Volatilitas Cboe, secara luas dianggap pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, naik 4,75 persen menjadi 21,63 pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB).

"Pedagang lagi-lagi menjual saham perdagangan yang menguntungkan sebelum penutupan tahun ini. Tidak ada volume yang besar dalam perdagangan saham hari ini. Jadi itu berarti ada lebih sedikit perlawanan terhadap tekanan dari penjual hari ini," kata John Monaco, seorang pedagang di Wellington Shields & Co. LLC.

Di sisi lain, Saham Johnson & Johnson, anggota Dow Jones, anjlok lebih dari 10 persen pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Saham Apple merosot sebanyak 3,2 persen setelah analis utama dari TF International Securities memangkas estimasi pengiriman iPhone hingga 20 persen.

Di sisi ekonomi, penjualan ritel AS meningkat 0,2 persen bulan lalu, dipimpin oleh toko online, Departemen Perdagangan mengatakan. Pembacaan mengalahkan ekspektasi pasar. Sementara itu, produksi industri AS naik 0,6 persen pada November, melampaui perkiraan pasar karena kenaikan di pertambangan dan utilitas mengimbangi penurunan dalam manufaktur.

 


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA