Wall Street Ditutup Menguat

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 10 Mar 2018 07:03 WIB
wall street
Wall Street Ditutup Menguat
Ilustrasi (FOTO: PBS)

New York: Bursa Wall Street berakhir lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), dengan penutupan Nasdaq pada rekor tertinggi. Hal itu terjadi karena data pekerjaan terakhir dari negara tersebut keluar positif dan memberikan efek yang baik terhadap gerak pasar modal.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 10 Maret 2018, indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 440,53 poin atau 1,77 persen menjadi 25.335,74. Sedangkan S&P 500 meningkat 47,60 poin atau 1,74 persen menjadi 2.786,57. Indeks Nasdaq Composite naik 132,86 poin atau 1,79 persen menjadi 7.560,81.

Total pekerjaan nonfarm payroll meningkat sebesar 313.000 di Februari, dan tingkat pengangguran tidak berubah sebesar 4,1 persen, kata Departemen Tenaga Kerja AS. Sedangkan para ekonom memperkirakan kenaikan 200.000 pekerjaan.



Pada Februari, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan dengan gaji nonfarm swasta meningkat sebesar 4 sen menjadi USD26,75, setelah kenaikan 7 sen di Januari. Sepanjang tahun, rata-rata penghasilan per jam meningkat 68 sen atau 2,6 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Analis mengatakan dengan kenaikan lapangan kerja yang kuat dan pertumbuhan gaji yang lancar, laporan tersebut tidak bisa lebih positif bagi pasar. Ekuitas AS mengalami kerugian besar bulan lalu setelah pertumbuhan upah yang lebih kuat dari perkiraan memicu kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang lebih tinggi.

Sementara itu, investor mencerna perkembangan terakhir rencana tarif Presiden AS Donald Trump. Trump secara resmi menandatangani proklamasi untuk mengenakan tarif tinggi pada baja dan aluminium impor.

Menurut pengumuman tersebut, Amerika Serikat akan mengenakan tarif 25 persen untuk baja impor dan 10 persen pada aluminium, yang akan berlaku dalam 15 hari dengan pengecualian awal untuk Kanada dan Meksiko.

 


(ABD)