UBS Perkirakan Penjualan Properti Tiongkok Berhenti di 2018

   •    Selasa, 09 Jan 2018 16:12 WIB
ekonomi chinationgkok
UBS Perkirakan Penjualan Properti Tiongkok Berhenti di 2018
Ilustrasi (FOTO: Internationalbusinesstribune)

Beijing: Upaya Pemerintah Tiongkok untuk mendinginkan sektor properti akhirnya dapat terjadi pada 2018 dengan perkiraan UBS adanya nol pertumbuhan dalam transaksi real estat selama setahun penuh. Pembelian real estat melambat pada paruh kedua tahun lalu setelah pihak berwenang mengintensifkan tindakan keras terhadap pembelian spekulatif.

Permintaan yang melonjak untuk properti dan kenaikan utang yang cepat telah memicu kekhawatiran akan dampak potensial di ekonomi terbesar kedua di dunia, yang akan memiliki konsekuensi terhadap ekonomi global. Artinya menjadi penting untuk Pemerintah Tiongkok segera menekan penjualan properti yang mulai tumbuh secara liar.

"Saya pikir dalam hal pasar fisik, kami pikir volume penjualan akan moderat namun tidak harus runtuh. Jadi, volume penjualan nasional melambat menjadi sekitar nol persen," kata Kepala Investasi dan Ekuitas Global UBS Kim Wright, seperti dikutip dari CNBC, Selasa, 9 Januari 2018.

Otoritas Tiongkok telah mengeluarkan serangkaian tindakan sejak 2016 untuk menjinakkan pasar properti yang terlalu panas, termasuk pembatasan pembelian rumah dan uang muka hipotek yang lebih tinggi.

Namun, tindakan pengapungan tersebut tampaknya menguntungkan perusahaan real estat besar seperti Country Garden dan China Vanke, yang telah mendapatkan pangsa pasar karena pemain yang lebih kecil keluar dari sektor yang semakin sulit. Baru seminggu memasuki tahun baru, saham kedua perusahaan telah meningkat mendekati 20 persen untuk 2018.

Wright mengatakan, prospek mereka dalam beberapa bulan mendatang akan bergantung pada bagaimana mereka bertahan melawan sektor properti yang melambat. "Kinerja perusahaan akan sedikit bergantung pada seberapa baik mereka dapat terus meraih pangsa pasar," pungkasnya.


(ABD)