Perpanjang Penangguhan Pajak, Harga CPO Profit Taking

   •    Selasa, 10 Apr 2018 15:49 WIB
cpo
Perpanjang Penangguhan Pajak, Harga CPO <i>Profit Taking</i>
Ilustrasi CPO. (FOTO: ANTARA/Budi)

Jakarta: Transaksi crude palm oil (CPO) terimbas aksi profit taking dan mendarat di level 2.464 ringgit Malaysia pada perdagangan Senin, 9 April.

"Pelemahan ini terjadi setelah akhir pekan kemarin harga CPO ditutup di harga tinggi 2.505 ringgit Malaysia," ujar analis Monex Investindo Futures Arie Nurhadi, dalam risetnya, Selasa, 10 April 2018.

Respons pelaku pasar ini terjadi setelah otoritas Bursa Malaysia secara resmi mengumumkan akan memperpanjang periode pembebasan pajak pada komoditas CPO tersebut yang akhirnya dituntaskan dengan reaksi ambil untung pada hari perdagangan awal pekan kemarin.

Pembebasan bea ekspor CPO oleh Bursa Malaysia telah resmi diperpanjang hingga akhir April 2018. Penangguhan yang dimulai pada 8 Januari 2018 ini sedianya akan berakhir pada 7 April 2018, namun Senin kemarin otoritas Bursa Malaysia menggumumkan bahwa program tersebut akan terus berlangsung hingga 30 April 2018.

"Yang menjadi sentimen negatif pelaku pasar pada hari perdagangan kemarin adalah adanya ketentuan dari otoritas Bursa mengenai penangguhan bea ekspor ini akan dapat dicabut lebih awal dengan pertimbangan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan stok CPO hingga di bawah 1,6 juta ton," jelas dia.

Pada perdagangan Selasa 10 April 2018, saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang bergerak pada level 2.458 ringgit Malaysia. Dewan Minyak Sawit Malaysia dijadwalkan akan merilis data mengenai stok, produksi, dan ekspor CPO pada hari ini.

"Di saat yang sama, penguatan mata uang ringgit Malaysia berpotensi akan memengaruhi laju penguatan harga CPO," tambah dia.

Adapun pada perdagangan hari ini terdapat potensi penguatan dengan perlu adanya konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran: 
- 2.482 ringgit Malaysia (resistance 3).
- 2.473 ringgit Malaysia (resistance 2).
- 2.468 ringgit Malaysia (resistance 1). 

Serta terbuka juga potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga:
- 2.464 ringgit Malaysia (support 1).
- 2.455 ringgit Malaysia (support 2).
- 2.450 ringgit Malaysia (support 3).


(AHL)