USD Menghijau Didukung Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

   •    Sabtu, 08 Sep 2018 09:03 WIB
dolar as
USD Menghijau Didukung Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed
Ilustrasi (OSCAR SIAGIAN/AFP)

New York: Pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) meningkat secara substansial pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena ekspektasi kenaikan suku bunga acuann oleh Federal Reserve. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama meningkat 0,33 persen menjadi 95,3604.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 8 September 2018, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1566 dibandingkan dengan USD1,1623 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2924 dibandingkan dengan USD1,2932 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke USD0,7109 dibandingkan dengan USD0,7201.

Sementara itu, USD membeli 111,05 yen Jepang atau lebih tinggi dibandingkan dengan 110,85 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD meningkat menjadi 0,9687 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9660 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3172 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3141 dolar Kanada.

Pertumbuhan upah mencatat ekspansi besar pada Agustus, sementara kenaikan gaji dan rata-rata penghasilan per jam mengalahkan ekspektasi, menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Komite Pasar Terbuka dengan Federal Reserve dijadwalkan mengadakan pertemuan regulernya pada 25-26 September terkait suku bunga acuan.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 79,33 poin atau 0,31 persen menjadi 25.916,54. Sedangkan S&P 500 tertekan sebanyak 6,37 poin atau 0,22 persen menjadi 2,871.68. Indeks Nasdaq Composite merosot 20,18 poin atau 0,25 persen menjadi 7.902,54.

Indeks Dow Jones menurun dengan perusahaan perjalanan dan serikat teknologi di antara pemain terburuk. Saham kedua perusahaan turun lebih dari satu persen pada penutupan. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah dengan real estate dan utilitas memimpin para penghambat.

Nasdaq membukukan kerugian beruntun keempatnya. Kekhawatiran meningkatnya sengketa perdagangan global terus menekan sentimen pasar, para ahli mencatat. Wall Street juga memperhatikan data pekerjaan terbaru. Perekonomian AS menambahkan 201 ribu pekerjaan pada Agustus dan tingkat pengangguran tidak berubah pada 3,9 persen.

 


(ABD)