Tuntaskan Krisis Ekonomi, Argentina Berharap Capai Kesepakatan dengan IMF

Angga Bratadharma    •    Rabu, 05 Sep 2018 14:57 WIB
imfargentina
Tuntaskan Krisis Ekonomi, Argentina Berharap Capai Kesepakatan dengan IMF
Ilustrasi (AFP Photo/Mandel Ngan)

Buenos Aires: Pemerintah Argentina berharap mendapatkan kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF) pada paruh kedua September terkait dukungan keuangan yang lebih besar. Argentina berharap hal itu terjadi karena tengah berusaha menghindari krisis ekonomi.

Menteri Ekonomi Argentina Nicolas Dujovne bertemu dengan Kepala IMF Christine Lagarde di Washington DC, Amerika Serikat, dan mengatakan mereka bekerja sama untuk meningkatkan kesepakatan keuangan yang disepakati dengan dewan eksekutif IMF pada Juni.

"Kami mencoba untuk mendapatkannya pada paruh kedua September," kata Dujovne, setelah pertemuan, seperti dikutip dari CNBC, Rabu, 5 September 2018.

Sementara itu, Lagarde mengatakan, Pemerintah Argentina dan IMF berbagi tujuan bersama untuk mencapai kesimpulan cepat guna diskusi teknis dan mempresentasikan proposal kepada dewan. Kesemuanya itu diharapkan memberikan dukungan terhadap Argentina dalam rangka menekan krisis ekonomi yang sedang terjadi.

Sebelumnya, para investor semakin khawatir Argentina bakal gagal bayar ketika ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin tersebut sedang berjuang untuk membayar pinjaman yang besar. Ini terjadi setelah Pemerintah Argentina secara tak terduga meminta pembebasan awal pinjaman USD50 miliar dari IMF.



Tidak ditampik, Argentina sekarang ini sedang berjuang untuk mengatasi krisis keuangan. Adapun peso Argentina jatuh ke rekor terendah dalam peristiwa itu. Peso melihat kerugian yang curam di sesi sebelumnya dan jatuh 15 persen lagi sehingga menempatkan peso berada di 39 peso terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Peso turun lebih dari 45 persen terhadap greenback tahun ini dan memperburuk ketakutan yang sudah ada sebelumnya atas melemahnya ekonomi Argentina, sementara inflasi berjalan pada level 25,4 persen di tahun ini. Kondisi ini mau tidak mau membuat bank sentral Argentina harus mengubah kebijakan moneternya.

Bank sentral Argentina berencana meningkatkan jumlah cadangan yang harus dimiliki bank, dalam upaya untuk memperketat kebijakan fiskal dan menopang mata uang. Kondisi ini artinya menaikkan suku bunga hingga sebanyak 15 basis poin (bps) menjadi 60 persen dari sebelumnya 45 persen dan berjanji untuk tidak menurunkannya setidaknya hingga Desember.

 


(ABD)