Emas Berpotensi Melemah, Investor Nantikan Data Ekonomi Tiongkok

Angga Bratadharma    •    Senin, 17 Jul 2017 11:28 WIB
harga emas
Emas Berpotensi Melemah, Investor Nantikan Data Ekonomi Tiongkok
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Riset Monex Investindo Futures memperkirakan emas memiliki potensi melemah lebih lanjut dan menguji resisten di USD1.235 pada sesi Asia dibalik pelemahan dolar Amerika Serikat (USD). Dalam hal ini, investor menantikan data ekonomi Tiongkok untuk petunjuk lanjutan. Potensi pergerakan antara USD1.225-1.235.

"Harga emas naik tajam ke level USD1.228,30 (+0,9 persen) pada Jumat lalu dan memanfaatkan pelemahan USD usai data inflasi dan penjualan ritel dirilis di bawah estimasi," ungkap Tim Riset Monex Investindo Futures, dalam Monex Asian Market Brief, Senin 17 Juli 2017.

Sementara itu, harga minyak menguat 1,3 persen di level USD46,6 pada sesi Jumat dan ditopang sinyal positif tingkat permintaan dan masalah produksi di Nigeria. Meski minyak berpotensi turun, mengincar support di USD46 pada sesi Asia karena laporan Baker Hughes yang menunjukkan kenaikan produksi di AS. Potensi rentang antara USD46 hingga USD46,85.

Di sisi lain, pelemahan USD dan kenaikan imbal hasil obligasi Jerman membantu EUR dan USD untuk ditutup menguat 0,6 persen di level 1.1468 pada Jumat lalu. Namun, EUR dan USD berpeluang melanjutkan kenaikannya dan menargetkan resisten di 1.1490 seiring pelemahan USD karena meredupnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

GBP dan USD melesat ke level tinggi 10 bulan pada Jumat lalu dan ditutup di level 1.3104 atau menguat sebanyak 1,3 persen seiring dengan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga AS lebih lanjut. Namun, GBP dan USD berpotensi menguat lebih lanjut dan mengincar resisten di 1.3130 pada sesi Asia dibalik pelemahan USD usai perilisan data ekonomi AS yang pesimistis.

AUD dan USD menyentuh level tinggi delapan bulan dan ditutup di level 0.7828 (+0,3 persen) pada Jumat lalu. Minat risiko investor dan kenaikan harga bijih besi menopang kenaikan. Namun, AUD dan USD berpotensi mengalami koreksi turun dan mengincar support di 0,7800 pada Sesi Asia jika data ekonomi Tiongkok yang dirilis hasilnya pesimistis.

 


(ABD)