Inflasi Tiongkok Naik Lebih Tinggi dari Perkiraan di Agustus

Angga Bratadharma    •    Senin, 11 Sep 2017 09:45 WIB
ekonomi chinationgkok
Inflasi Tiongkok Naik Lebih Tinggi dari Perkiraan di Agustus
Ilustrasi (AFP Photo/STR)

Metrotvnews.com, Beijing: Tingkat inflasi konsumen Tiongkok mengalami peningkatan pada Agustus 2017. Hal itu didorong oleh kenaikan harga pangan, sementara harga pabrik juga meningkat lantaran didukung oleh kenaikan biaya komoditas.

Indeks harga konsumen (CPI), indeks inflasi utama, meningkat lebih tinggi dari yang diperkirakan ke level tertinggi tujuh bulan 1,8 persen di Agustus, naik dari 1,4 persen di Juli, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 1,6 persen, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Nasional Statistik (NBS), seperti dikutip dari Xinhua, Senin 11 September 2017.

Untuk delapan bulan pertama tahun ini, CPI naik 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Inflasi yang lebih kuat namun masih moderat tetap berada di bawah target peraturan inflasi tahunan pemerintah sekitar tiga persen untuk 2017. Secara bulanan, CPI naik 0,4 persen bulan lalu.

Kepala Statistik NBS Sheng Guoqing menghubungkan pertumbuhan IHK yang lebih cepat dengan harga pangan yang lebih tinggi karena cuaca buruk mendorong harga sayuran sementara output turun menyebabkan pertumbuhan harga telur yang tajam. Harga makanan, komponen terbesar CPI, naik 1,2 persen bulan ke bulan, kata NBS.

Harga sayuran naik 8,5 persen dari Juli karena musim panas yang terik dan hujan lebat yang meluas meningkatkan biaya transportasi. Harga telur naik 13,5 persen dari Juli sementara harga daging babi, daging pokok di Tiongkok, naik 1,3 persen bulan ke bulan.

Dari tahun ke tahun, harga pangan turun 0,2 persen pada Agustus, sementara harga non-pangan naik 2,3 persen. Tidak termasuk harga makanan dan energi yang volatile, CPI inti meningkat 2,2 persen dari tahun ke tahun di Agustus, sedikit naik dari 2,1 persen di Juli. CPI inti telah bertahan stabil di atas dua persen sejak Maret.


(ABD)