Bank Sentral Jepang Mempertahankan Kebijakan Moneter

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 10 Mar 2018 19:09 WIB
ekonomi jepangbank of japan (boj)
Bank Sentral Jepang Mempertahankan Kebijakan Moneter
Gedung Bank of Japan (FOTO: AFP)

Tokyo: Bank of Japan (BoJ) membuat kebijakan pengaturan moneter tidak berubah dan terjebak pada pandangan optimistis mengenai ekonomi. Kondisi itu menggarisbawahi keyakinan bahwa program stimulus yang besar membantu menaikkan inflasi ke sasaran yang sulit dipahami.

"Perekonomian Jepang berkembang moderat, dengan siklus yang baik dari pendapatan hingga operasi pembelanjaan," kata BoJ, dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan keputusan kebijakan tersebut, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 10 Maret 2018.

Dalam langkah yang diharapkan secara luas, BoJ mempertahankan target suku bunga jangka pendeknya di minus 0,1 persen dan sebuah janji untuk membimbing imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun sekitar nol persen.



Keputusan tersebut dibuat oleh pemungutan suara 8-1 dengan anggota dewan Goushi Kataoka yang berpisah dengan pandangan bahwa BoJ harus mempercepat pembelian obligasi untuk menekan imbal hasil jangka panjang lebih lanjut. Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda akan mengadakan jumpa pers pukul 03.30. (0630 GMT) untuk menjelaskan keputusan kebijakan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono mengatakan keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengenakan tarif impor baja dan aluminium dapat memengaruhi hubungan ekonomi Jepang-AS. Tentu hal ini tidak diinginkan dan ada harapan agar pengenaan tarif impor tersebut tidak dilakukan.

Dalam sebuah pernyataan, Kono mengatakan, keputusan oleh Amerika Serikat disesalkan dan tindakan tersebut akan memiliki pengaruh besar terhadap hubungan ekonomi dan koperasi antara AS dan Jepang baik dalam aliansi maupun ekonomi dunia.

 


(ABD)