Pertemuan IMF-Bank Dunia 2017

Bank Dunia: Proteksionisme Bisa Gagalkan Pemulihan Ekonomi Global yang Rapuh

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 13 Oct 2017 13:14 WIB
bank duniaimf-world bank
Bank Dunia: Proteksionisme Bisa Gagalkan Pemulihan Ekonomi Global yang Rapuh
Presiden Bank Dunia Jim Yong-kim saat berbicara di pertemuan IMF-Bank Dunia. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Washington DC: Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menyatakan kebijakan proteksionisme bisa menggagalkan upaya pemulihan ekonomi global yang terbilang masih rapuh meski mulai meningkat.

Dalam konferensi pers di sela-sela kegiatan tahunan IMF-World Bank 2017, Kim mengatakan bahwa meskipun perdagangan meningkat, investasi tetap lemah.

"Secara keseluruhan, kita melihat pertumbuhan di sebagian besar negara maju dan maju -itulah mengapa negara-negara perlu melakukan investasi penting sekarang. Inilah saatnya untuk menerapkan reformasi yang akan melindungi terhadap potensi penurunan di masa depan," kata Kim seperti dikutip dari laman Money Control, Jumat 13 Oktober 2017.

Dia menyatakan kekhawatirannya bahwa risiko seperti meningkatnya proteksionisme, ketidakpastian kebijakan atau kemungkinan turbulensi pasar keuangan dapat menggagalkan pemulihan yang rapuh.

Menurut Kim, negara-negara perlu membangun ketahanan terhadap tantangan yang tumpang tindih yang dihadapi dunia saat ini, termasuk dampak perubahan iklim, bencana alam, konflik, pemindahan paksa,
kelaparan dan penyakit.

"Untuk membantu negara-negara mengatasi tantangan ini, kami berupaya memaksimalkan pembiayaan untuk pembangunan. Kami mengejar solusi sektor swasta kapanpun mereka dapat membantu mencapai tujuan
pembangunan dan menyediakan pembiayaan publik yang langka di tempat yang paling dibutuhkan, terutama investasi pada modal manusia," tutur dia.

Sebagai informasi, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara anggota berkumpul di Washington DC, Amerika Serikat minggu ini untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi masyarakat global selama Pertemuan Tahunan Kelompok Bank Dunia IMF.


(AHL)