Bangladesh Mulai Pembangunan PLTN Pertama

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 07 Dec 2017 08:06 WIB
nuklir
Bangladesh Mulai Pembangunan PLTN Pertama
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir. (FOTO: AFP)

Ishwardi: Bangladesh telah memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang pertama di daerah Rooppur, Ishwardi.

Pemasangan beton pertama dilakukan di kompleks PLTN Rooppur akhir November lalu dan disaksikan oleh Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina dan Direktur Jendereal Rosatom Atomic Energy Corporation Alexey Likhachev.

PLTN Rooppur akan memenuhi kebutuhan energi Bangladesh yang saat ini yang mencapai 4.000 megawatt (mw). Selain itu, PLTN Rooppur juga akan menjadi satu dari dua unit PLTN yang akan dibangun oleh Bangladesh hingga 2023.

"Pembangunan PLTN adalah mimpi yang telah lama dimiliki Bangladesh. Kami selangkah lebih dekat untuk mewujudkannya. Kami memasuki dunia nuklir yang merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami sebagai sebuah negara. Kami berterima kasih kepada Rusia atas hal ini," kata PM Sheikh Hasina, dalam siaran pers yang dirilis Rosatom, Kamis, 7 Desember 2017.

Hasina menjelaskan PLTN ini dibangun dengan menggunakan teknologi Rusia yang paling modern. Untuk memastikan keamanan reaktor, Bangladesh juga akan selalu menaati pedoman dan aturan yang ditetapkan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Alexey Likhachev menambahkan bahwa PLTN Rooppur akan bekerja dengan menggunakan teknologi VVER-1200 yang inovatif, yang telah beroperasi di Rusia.

"Hari ini kami tidak hanya memulai pembangunan fasilitas dengan siklus operasional lebih dari 100 tahun. Pada saat yang bersamaan, kami memperkuat persahabatan dan kerja sama untuk masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pembangunan PLTN Rooppur di Bangladesh, seperti halnya yang telah kami lakukan di Rusia," tambah Alexey.

Pengembangan tenaga nuklir juga akan bermanfaat bagi ekonomi Bangladesh, memberi dorongan pada pengembangan sains dan teknologi, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Bangladesh menjadi salah satu negara di Asia yang telah mengadopsi teknologi nuklir untuk tujuan damai, termasuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Negara-negara Asia lain yang telah bergabung antara lain India, Tiongkok, Iran, dan Jepang.

 


(AHL)