Dolar AS Bervariasi terhadap Mata Uang Utama Dunia

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 22 Dec 2017 08:05 WIB
dolar as
Dolar AS Bervariasi terhadap Mata Uang Utama Dunia
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

New York: Dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan Kamis waktu setempat karena investor mencerna sejumlah laporan ekonomi.

Melansir Xinhua, Jumat, 22 Desember 2017, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama tercatat turun 0,03 persen sejak perdagangan akhir Agustus menjadi 93,84.

Sementara pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1871 dolar dari 1,1877 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris merosot ke 1,3381 dolar dari 1,3391 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat menjadi 0,7706 dolar dari 0,7666 dolar.

Dolar AS membeli 113,35 yen Jepang, lebih rendah dari 113,41 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat ke 0,9884 franc Swiss dari 0,9866 franc Swiss, dan turun ke 1,2730 dolar Kanada dari 1,2828 dolar Kanada.

Seperti diketahui, produk domestik bruto (GDP) AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 3,2 persen pada kuartal ketiga 2017, lapor Departemen Perdagangan pada Kamis. Pada kuartal kedua, GDP riil meningkat 3,1 persen.

"PDB kuartal ketiga cukup dekat dalam revisi terakhir ini bagi investor untuk terus memikirkan kuartal empat dan 2018," tutur Kepala Ekonom FTN Chris Low.

"Fed memperkirakan PDB akan tumbuh 2,5 persen, dan itu tampaknya merupakan ekspektasi ekonom yang tinggi."

Sementara itu, dalam pekan yang berakhir 16 Desember, angka awal untuk klaim awal musiman disesuaikan adalah 245 ribu, meningkat 20 ribu dari tingkat sebelumnya yang tidak direvisi dari 225 ribu, lapor Departemen Tenaga Kerja AS.

Rata-rata pergerakan empat minggu adalah 236 ribu atau meningkat 1.250 dari rata-rata minggu lalu yang tidak direvisi sebesar 234.750.


(AHL)

Petaka di Gedung Bursa

Petaka di Gedung Bursa

15 hours Ago

77 orang terluka dalam insiden ambruknya selasar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Polisi m…

BERITA LAINNYA