The Fed: Alasan Kenaikan Suku Bunga Menguat

   •    Rabu, 30 Nov 2016 07:58 WIB
the fed
The Fed: Alasan Kenaikan Suku Bunga Menguat
Gedung The Fed (REUTERS/Kevin Lamarque)

Metrotvnews.com, Washington: Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) mengisyaratkan bahwa dia bersiap untuk mendukung kenaikan suku bunga acuan. Pasalnya, dirinya melihat alasan untuk menaikkan suku bunga telah secara jelas menguat.

"Data yang masuk menunjukkan ekonomi tumbuh pada kecepatan yang sehat, dengan peningkatan penggajian pekerja yang kuat dan inflasi secara bertahap bergerak menuju dua persen," kata Gubernur Fed pada forum yang diselenggarakan oleh Economic Club of Indiana, seperti dikutip dari Antara, Rabu (30/11/2016).

Dalam pertemuan kebijakannya pada November, Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah di tengah ketidakpastian tentang reaksi pasar terhadap hasil pemilihan presiden AS. Namun, bank sentral mengisyaratkan bank sentral bisa menaikkan suku bunga lagi secepatnya pada Desember, karena para pejabat melihat kenaikan dalam ekonomi AS dan inflasi.

Baca: The Fed Turunkan Pembayaran Dividen untuk Anggotanya

Powell mengatakan ekonomi AS mendekati mandat bank sentral untuk lapangan pekerjaan maksimal dan target inflasi dua persen. Ia memperkirakan perekonomian akan terus tumbuh pada dua persen, dengan kenaikan lapangan pekerjaan yang kuat dan kenaikan bertahap inflasi ke arah sasaran bank sentral dua persen.

Ia memperingatkan risiko mempertahankan suku bunga rendah terlalu lama. "Suku bunga terus-menerus rendah dapat meningkatkan kekhawatiran stabilitas keuangan," kata Powell, seraya menambahkan pergeseran suku bunga terlalu lambat akhirnya membuat Fed mengetatkan kebijakan mendadak untuk menghindari pelampauan batas target bank sentral.

Baca: Penguatan Ekonomi Munculkan Keyakinan untuk Kenaikan Suku Bunga AS

The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya, juga yang terakhir tahun ini, pada 13-14 Desember. Para investor secara luas memperkirakan Fed akan menaikan suku bunga acuannya pada pertemuan Desember.

 


(ABD)