Tiongkok Tuduh AS Meluncurkan Perang Dagang Terbesar

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 07 Jul 2018 08:02 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
Tiongkok Tuduh AS Meluncurkan Perang Dagang Terbesar
Presiden Tiongkok Xi Jinping (FOTO: AFP)

Beijing: Pemerintah Tiongkok segera memberlakukan tarif pembalasan atas impor Amerika Serikat (AS) pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah AS memberlakukan bea masuk produk Tiongkok senilai USD34 miliar. Kondisi itu menandakan dimulainya perang dagang besar-besaran antara dua ekonomi terbesar dunia.

Pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan tarif yang dijanjikan diberlakukan pada tengah malam waktu Washington. Itu mendorong Beijing untuk menanggapi melalui kebijakan sejenis yakni mengenakan tarif terhadap barang-barang AS. Hal semacam ini tidak ditampik meningkatkan ketegangan perdagangan.

Mengutip CNBC, Sabtu, 7 Juli 2018, Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak memberikan rincian tentang pelaksanaan atau skala tuntutan ini, tetapi surat kabar Partai Komunis People's Daily mengatakan Tiongkok dikenakan daftar barang senilai USD34 miliar yang dikeluarkan bulan lalu termasuk kedelai, babi, dan kendaraan listrik.



Kantor berita negara Tiongkok, Xinhua, melaporkan tingkat tarif negara pada barang-barang AS mencapai sebesar 25 persen, sama dengan tarif Washington pada impor Tiongkok. Tentu langkah yang diambil oleh dua negara dengan ekonomi terbesar ini bisa memberikan efek terhadap iklim perdagangan dunia.



Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan pada Jumat bahwa Tiongkok harus menembakkan tembakan pertama karena dipaksa untuk menanggapi kebijakan AS yang meluncurkan perang dagang terbesar dalam sejarah ekonomi. Kondisi ini muncul lantaran kata sepakat belum didapatkan di antara kedua negara.



"Tindakan ini tipikal perdagangan bullying. Ini benar-benar membahayakan rantai industri global, menghambat laju pemulihan ekonomi global, memicu gejolak pasar global, dan akan memengaruhi perusahaan multinasional yang lebih tidak bersalah baik perusahaan umum maupun konsumen," kata juru bicara.

Sedangkan Kementerian Perdagangan Tiongkok mengaku akan melaporkan AS kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Jumat dan menuduh Washington melanggar undang-undang perdagangan internasional. Langkah itu diharapkan meredakan ketegangan dan pengenaan tarif tinggi bisa dikaji kembali dan segera dihentikan.

 


(ABD)