Peningkatan Tarif Impor Berpotensi Menekan Industri Otomotif AS

Angga Bratadharma    •    Kamis, 05 Jul 2018 13:03 WIB
ekonomi amerika
Peningkatan Tarif Impor Berpotensi Menekan Industri Otomotif AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP/Josh Edelson)

New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memutuskan untuk menaikkan tarif impor kepada mitra dagang dinilai memberikan ancaman besar bagi industri otomotif di AS. Tidak ditampik, kebijakan tersebut memberikan efek negatif terhadap aktivitas perekonomian AS dan diharapkan dikaji kembali demi kepentingan bersama.

Peringatan itu datang karena Presiden AS Donald Trump tetap mengancam banyak mitra dagang utama AS dengan tarif impor yang tinggi dan mitra dagang merespons dengan memberikan serangan balik. Padahal, Presiden AS Donald Trump dan CEO Global Automakers John Bozzella menekankan industri otomotif berada di tempat yang sehat saat ini.

"Tidak diragukan industri otomotif AS sedang berkembang. Kami mendekati tingkat rekor penjualan dengan produksi mobil dan ekspor mobil ke negara-negara di seluruh dunia. Jadi, kami memiliki perjalanan yang sangat bagus dan kami sangat prihatin tarif tinggi akan mengakhiri itu," kata Bozzela, seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 5 Juli 2018.



Kenaikan tarif impor, dia memperingatkan, akan menaikkan harga dan membuatnya lebih mahal untuk memproduksi mobil dan truk di Amerika Serikat. Di sisi lain, keputusan pengenaan tarif tinggi juga akan mengundang pembalasan dari mitra dagang yang tentunya kembali memberikan tekanan terhadap industri otomotif.

"Ini bisa menjadi kejutan nyata bagi sistem (di industri otomotif di AS)," katanya, seraya menambahkan bahwa tarif impor yang tinggi dapat menyebabkan penurunan dalam penjualan dan produksi mobil yang tidak akan baik untuk konsumen Amerika atau para pekerja di AS.

Amerika Serikat telah memberlakukan tarif impor baja dan aluminium kepada Eropa dalam beberapa bulan terakhir dan sedang melakukan studi keamanan nasional lain yang dapat menyebabkan tarif pada impor mobil dan suku cadang mobil. Adapun penetapan tarif impor akan didasarkan pada kekhawatiran tentang keamanan nasional AS.

Mitra dagang utama AS termasuk Uni Eropa, Tiongkok, dan Jepang menyuarakan keprihatinan di Organisasi Perdagangan Dunia tentang kemungkinan langkah-langkah AS tersebut terhadap mobil dan suku cadang impor. Jepang memperingatkan tindakan tersebut bisa memicu aksi balasan dan mengakibatkan runtuhnya sistem perdagangan multilateral berbasis aturan.

 


(ABD)