Semester I-2018

Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Tumbuh 6,7%

Angga Bratadharma    •    Kamis, 05 Jul 2018 09:46 WIB
ekonomi chinationgkok
Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Tumbuh 6,7%
Ilustrasi (FOTO: SCMP)

Beijing: Perekonomian Tiongkok diperkirakan tumbuh 6,7 persen secara tahun ke tahun di semester I-2018, sejalan dengan upaya yang terus dilakukan pemerintah untuk menekan sejumlah risiko yang muncul. Adapun angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama di tahun ini.

"Pada paruh pertama, reformasi struktural sisi penawaran Tiongkok naik terus. Sementara pasokan moneter tetap stabil dengan sedikit penurunan," kata laporan yang dirilis oleh Akademi Nasional Strategi Ekonomi (NAES) dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis, 5 Juli 2018.

Perekonomian Tiongkok mencatat pertumbuhan 6,8 persen pada kuartal pertama, data resmi menunjukkan. Sedangkan NAES memprediksi pertumbuhan 6,7 persen untuk kuartal kedua dan paruh pertama tahun ini.

Ke depan, laporan itu mengatakan, Tiongkok akan perlu memperhatikan masalah-masalah utama termasuk deleveraging dan potensi perlambatan investasi di babak kedua. Untuk sepanjang 2018, NAES memprediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 6,6 persen.



Adapun Tiongkok dijadwalkan merilis serangkaian data ekonomi termasuk pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal kedua pada 16 Juli. Ada harapan PDB bisa tumbuh tinggi dan lebih berkualitas untuk mencapai sejumlah target yang sudah ditentukan.

Sebelumnya, Media Pemerintah Tiongkok mengungkapkan proteksionisme yang dilakukan Amerika Serikat (AS) tidak boleh mengalihkan perhatian Tiongkok dari jalurnya menuju modernisasi. Bahkan, Beijing terus melanjutkan perang dagang dengan Washington karena tidak ingin AS bertindak semena-mena.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam untuk mengenakan impor USD200 miliar ke Tiongkok dengan tarif 10 persen jika Tiongkok melakukan pembalasan. Tentu kondisi ini memicu memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang diharapkan tidak berujung pada perang dagang.

 


(ABD)