Investor Cerna Data Inflasi, Wall Street Bervariasi

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 15 Sep 2017 07:32 WIB
wall street
Investor Cerna Data Inflasi, Wall Street Bervariasi
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham di Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis waktu setempat karena investor mencerna data inflasi yang kuat.

Melansir Xinhua, Jumat 15 September 2017, indeks Dow Jones Industrial Average naik 45,30 poin atau 0,20 persen menjadi 22.203,48. Indeks S & P 500 melemah 2,75 poin atau 0,11 persen menjadi 2.495,62. Serta indeks Nasdaq Composite turun 31,10 poin atau 0,48 persen menjadi 6.429,08.

Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan (CPI-U) naik 0,4 persen pada Agustus secara musiman, demikian lapor data Departemen Tenaga Kerja AS.

Selama 12 bulan terakhir, harga konsumen naik 1,9 persen. Perubahan 12 bulan indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi tetap di 1,7 persen untuk bulan keempat berturut-turut, menurut laporan tersebut.

Wall Street telah terus mengawasi data inflasi karena mereka mungkin mengindikasikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan bank sentral AS, Federal Reserve. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga Fed pada Desember meningkat menjadi 52,9 persen dari 41,3 persen setelah data dirilis, menurut alat FedWatch CME Group.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja mengatakan dalam sebuah laporan terpisah bahwa dalam pekan yang berakhir 9 September, angka awal untuk klaim pengangguran baru A.S. yang disesuaikan musiman adalah 284 ribu, turun 14 ribu dari tingkat 298 minggu sebelumnya yang tidak direvisi.

Rata-rata pergerakan empat minggu adalah 263.250, meningkat 13 ribu dari rata-rata minggu lalu yang tidak direvisi sebesar 250.250. Ini adalah level tertinggi untuk rata-rata ini sejak 13 Agustus 2016 saat itu 263.250, menurut laporan tersebut.


(AHL)