Emas Dunia Terkerek Pelemahan Dolar AS

   •    Jumat, 14 Apr 2017 11:05 WIB
harga emas
Emas Dunia Terkerek Pelemahan Dolar AS
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Chicago: Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena dolar AS melemah setelah Presiden Donald Trump memberikan komentar tentang dolar AS yang terlalu kuat.

Xinhua melansir, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik USD10,4 atau 0,81 persen menjadi menetap di USD1.288,50 per ounce.

Emas mendapat dukungan luas setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia yakin bahwa dolar AS terlalu kuat, mendorong turun indeks dolar AS, yang ditutup pada level 100,18, setelah penutupan pasar emas pada Rabu 12 April.

Mengutip Antara, Jumat 14 April 2017, sebelum komentar Trump, indeks dolar AS naik tipis 0,02 persen menjadi 100,73 pada pukul 18.15 GMT pada Rabu 12 April.

Akibatnya, sebagian besar sesi perdagangan Kamis 13 April terfokus pada komentar tersebut dan kenaikan tipis dolar AS, namun kenaikan yang dibuat pada Kamis 13 April tidak membawa dolar AS kembali ke levelnya sebelum pernyataan Trump.

Indeks dolar AS naik 0,37 persen menjadi 100,55 pada pukul 18.50 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Baca: Ketegangan Geopolitik Hantam Dow Jones 138 Poin

Emas mendapat dukungan tambahan karena Dow Jones Industrial Average AS turun sebesar 59,17 poin atau 0,29 persen pada pukul 18.54 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas mengalami kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS menunjukkan kenaikan maka logam mulia biasanya turun.

Logam mulia mendapat dukungan lebih lanjut karena laporan lain yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga produsen turun 0,1 persen, sebuah angka yang menurut analis lebih buruk dari yang diperkirakan.

Para analis memperkirakan indeks tetap tidak berubah. Namun, laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis pada Kamis 13 April oleh Departemen Tenaga Kerja AS mencegah logam dari kenaikan lebih jauh, karena hasilnya lebih baik dari perkiraan.

Klaim pengangguran awal turun 1.000 ke level 234.000, yang bahkan mengalahkan tingkat konsensus yang paling optimistis. Ini memberi tekanan terhadap emas.

Sementara harga perak untuk pengiriman Mei bertambah 21 sen atau 1,15 persen, menjadi ditutup pada USD18,51 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD9,5 atau 0,98 persen, ditutup pada USD977,40 per ounce.


(AHL)