Pembicaraan Dagang AS-Tiongkok Dinilai tentang Tata Dunia Baru

   •    Senin, 28 Jan 2019 20:02 WIB
ekonomi amerikaekonomi chinationgkokas-tiongkokPerang dagang
Pembicaraan Dagang AS-Tiongkok Dinilai tentang Tata Dunia Baru
Ilustrasi (AFP/Johannes EISELE)

Davos: Pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dinilai bukan hanya tentang perdagangan tetapi lebih ke arah tatanan dunia baru. Adapun perang dagang yang sedang terjadi tidak ditampik telah memberikan efek buruk terhadap perekonomian dunia dan diharapkan bisa segera dihentikan.

"Ketidakpastian besar adalah negosiasi perdagangan antara AS-Tiongkok yang tidak benar-benar tentang perdagangan, ini tentang tatanan dunia baru," tegas Kepala Eksekutif Investec Hendrik du Toit, di Forum Ekonomi Dunia, di Davos, Swiss, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 28 Januari 2019.

"Dan jika tatanan dunia yang disfungsional datang dari ruang yang sangat-sangat baik antara bisnis selama 20 atau 30 tahun terakhir sejak komunisme jatuh maka mungkin ada beberapa hal besar yang ditemukan di sepanjang jalan dan mungkin ada ada beberapa tantangan besar," tambahnya.

Sejak awal 2018, Washington dan Beijing telah terlibat dalam pertikaian yang semakin intensif atas perdagangan dengan implementasi tarif baru yang terus dinaikkan di kedua sisi yang menargetkan barang bernilai miliaran dolar dari ekonomi masing-masing.

Trump telah lama memberikan kritik atas ketidakseimbangan perdagangan antara AS dan Tiongkok, dan telah melihat perselisihan itu yang oleh banyak orang, termasuk Trump sendiri disebut perang dagang. Langkah itu dilakukan sebagai cara untuk menekan Beijing dan mengurangi defisit perdagangan.

Kedua negara telah berusaha untuk mengurangi perang perdagangan, dengan keduanya menyetujui pada akhir tahun lalu untuk melakukan gencatan senjata 90 hari guna terlibat dalam negosiasi perdagangan dan menunda kenaikan tarif lebih lanjut.

Kekhawatiran meningkat karena ekonomi Tiongkok melemah dengan banyak ahli menilai pertempuran perdagangan AS-Tiongkok sebagai penyebab utama. Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok -ukuran utama kesehatan ekonomi- hanya tumbuh 6,6 persen pada tahun lalu atau berada di laju paling lambat dalam hampir tiga dekade.

Di sisi lain, pasar negara berkembang, sebuah area yang dikenal sebagai Investec aktif, melihat volatilitas yang cukup besar pada tahun lalu dengan tanda-tanda peringatan muncul di berbagai negara, termasuk Afrika Selatan, Turki, dan Argentina.

"Jika Anda melihat koreksi, kami telah memiliki koreksi yang sangat substansial dalam ekuitas pasar berkembang, juga dalam utang pasar berkembang, kedua area kami aktif. Semua orang berpikir ada bencana yang terjadi, namun mata uang lokal di pasar negara berkembang telah pulih dengan sangat baik selama beberapa bulan terakhir," pungkas Du Toit.


(ABD)