Ditekan USD, Harga Emas Dunia Menyusut

   •    Rabu, 09 Jan 2019 07:30 WIB
harga emasemasekonomi dunia
Ditekan USD, Harga Emas Dunia Menyusut
Ilustrasi (AFP PHOTO/Queens Jewels)

Chicago: Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi karena logam mulia berada di bawah tekanan dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih kuat serta kenaikan indeks-indeks utama saham AS.

Mengutip Antara, Rabu, 9 Januari 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun USD4,00 atau 0,31 persen menjadi menetap di USD1.285,00 per ons. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik sebanyak 0,19 persen menjadi 95,88 pada pukul 18.15 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD, yang berarti jika USD menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam USD menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 164,68 poin atau 0,70 persen pada pukul 18.10 GMT. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga mengikuti kenaikan Dow. Ketika ekuitas membukukan keuntungan, investor dapat berhenti membeli aset-aset safe haven seperti emas.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun sebanyak 4,30 sen AS atau 0,27 persen, menjadi USD15,713 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April turun sebanyak USD2,50 atau 0,30 persen menjadi ditutup pada USD821,80 per ons.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,09 persen menjadi berakhir pada 23.787,45 poin, sedangkan S&P 500 naik 0,97 persen menjadi 2.574,41 poin, dan Komposit Nasdaq menambahkan 1,08 persen menjadi 6.897,00 poin. Sektor keuangan adalah satu-satunya komponen indeks S&P yang tidak naik.

Reli tiga hari dimulai pada Jumat 4 Januari setelah data pekerjaan AS yang kuat dan komentar dovish tentang suku bunga oleh Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell telah mengangkat S&P 500 lebih dari sembilan persen dari posisi terendah 20 bulan yang tersentuh sekitar Natal. Indeks S&P 500 telah menguat dalam tujuh sesi dari sembilan sesi terakhir.


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA