Penurunan Ekonomi Negara Berkembang Risiko Terbesar AS

Angga Bratadharma    •    Minggu, 14 Oct 2018 14:00 WIB
ekonomi global
Penurunan Ekonomi Negara Berkembang Risiko Terbesar AS
Amerika Serikat (AS) (Dok ; AFP).

New York: Penurunan aktivitas perekonomian yang lebih parah di pasar negara berkembang adalah risiko terbesar bagi ekonomi Amerika Serikat (AS), dan bukan inflasi domestik semata. Perlu ada upaya agar negara berkembang bisa kembali terangkat perekonomiannya agar sejumlah risiko yang muncul bisa ditekan sedemikian rupa.

"Saya sangat prihatin dengan pasar negara berkembang. Jika Anda melihat indeks, mereka menuju dengan cara yang sedikit mengganggu," kata Ketua Dewan Penasehat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 14 Oktober 2018.

Kevin Hassett mengaku sedang menonton Turki, Venezuela, Argentina, dan Tiongkok untuk melihat apakah tekanan membuat pasar negara berkembang untuk menuju ke arah yang lebih baik atau tidak. Tentu ada harapan agar negara berkembang bisa tumbuh lebih maksimal di masa mendatang.

"Itu bisa kembali dan menghantui AS sedikit," kata Kevin, seraya menambahkan dewan setuju dengan keputusan Dana Moneter Internasional untuk memangkas proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,7 persen untuk tahun ini dan tahun depan. Kesulitan lain untuk pertumbuhan global adalah kenaikan harga minyak.

IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhannya untuk Amerika Serikat dan Tiongkok masing-masing menjadi 2,9 persen dan 6,6 persen pada 2018 ini, dan masing-masing 2,5 persen dan 6,2 persen pada 2019.

"Kami melihat pertumbuhan PDB (AS) sekitar 3,5 persen untuk tahun ini, dan melanjutkan ke tiga persen pada tahun depan," pungkasnya.


(SAW)