Dominasi AS di Pasar Minyak Semakin Membesar

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 15 Dec 2018 17:04 WIB
minyak mentahekonomi amerikaopec
Dominasi AS di Pasar Minyak Semakin Membesar
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan terbarunya mengungkapkan Amerika Serikat (AS) mungkin tertinggal dari KTT antara OPEC dan produsen non-OPEC di Wina pekan lalu, tetapi pengaruh negara Paman Sam atas pasar minyak global tetap semakin kuat. Kondisi itu nantinya memengaruhi harga minyak di masa mendatang.

"Meski AS tidak hadir di Wina, tapi tidak ada yang bisa mengabaikan atas pengaruh yang berkembang," kata IEA, dalam laporannya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 Desember 2018.

IEA menyebutkan pertemuan OPEC dan non-OPEC pada pada minggu lalu mengingatkan semua pihak bahwa tiga besar produsen minyak yakni Rusia, Arab Saudi, dan Amerika Serikat yang total produksi cairannya sekarang mencapai sekitar 40 persen dari total global, merupakan pemain dominan dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berulang kali mengkritik OPEC karena dominasinya atas harga minyak yang kadang-kadang meminta melalui cuitannya di Twitter untuk memproduksi lebih banyak minyak, dan kemudian meminta kepada kartel tersebut untuk memangkas produksinya dengan baik.

Iran bergurau minggu lalu bahwa AS ingin bergabung dengan OPEC karena tampaknya ingin memengaruhi hasil pertemuan itu. AS telah menjadi pesaing dominan di pasar minyak dan telah mengambil tempat di antara produsen minyak terbesar dunia, berkat revolusi minyak serpihnya.

Pada hari para menteri OPEC duduk bersama untuk berbicara di Wina, IEA mencatat bahwa bagian penting dari data yang diterbitkan adalah dalam seminggu hingga 30 November AS adalah negara eksportir minyak mentah terbesar untuk pertama kalinya sejak setidaknya 1991.

Pada 2018, impor bersih AS rata-rata mencapai 3,1 juta barel per hari. Sedangkan 10 tahun yang lalu, tepat sebelum revolusi shale, angkanya mencapai 11,1 juta barel per hari. Karena produksi tumbuh tanpa dapat ditawar, sehingga penurunan impor neto dan peningkatan ekspor AS akan memunculkan banyak persaingan di pasar.

 


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA