WTO Sebut Perang Dagang Ancam Dampak Sistemik

Angga Bratadharma    •    Rabu, 25 Jul 2018 11:02 WIB
perdagangan bebasperdaganganekonomi duniawto
WTO Sebut Perang Dagang Ancam Dampak Sistemik
World Trade Organization (Foto: World Trade Organization)

Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) Roberto Azevedo menguraikan ancaman ekonomi dan sistemik yang ditimbulkan oleh meningkatnya ketegangan dalam perdagangan global, dan menyerukan semua orang yang percaya pada perdagangan sebagai kekuatan bagi kebaikan untuk berbicara dalam pembelaannya.

"Anggota sangat menyadari krisis yang berkembang dalam perdagangan global. Ketegangan meningkat. Langkah-langkah baru sedang diumumkan dengan frekuensi yang meningkat," kata Azevedo, pada pertemuan tertutup keanggotaan WTO, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu, 25 Juli 2018.

Menurutnya ada kekhawatiran yang nyata dan dibenarkan tentang eskalasi yang terjadi. Tentu diharapkan ketegangan perdagangan bisa ditekan sedemikian rupa demi kepentingan bersama. Apalagi, sekarang ini pemulihan ekonomi sedang terjadi sehingga sejumlah risiko perlu ditekan sebaik mungkin.

"Apakah Anda menyebutnya perang dagang, tentu saja tembakan pertama telah dilakukan. Eskalasi yang berkelanjutan akan berisiko menimbulkan dampak ekonomi besar, yang akan menimbulkan ancaman serius terhadap pekerjaan, pertumbuhan, dan pemulihan di semua negara," tuturnya.



Bahkan, dia mencatat, terdapat dampak sistemik potensial yang menimbulkan ancaman jangka panjang yang lebih besar, terutama jika negara-negara mulai menerima dinamika tit-for-tat sebagai normal baru. Seharusnya, terdapat hubungan yang saling menguntungkan melihat dari sisi hubungan perdagangan.

"Anggota memiliki kewajiban untuk mengingatkan orang-orang akan potensi risiko dan konsekuensinya," kata Azevedo.

Lebih lanjut, ia mengaku, telah berkonsultasi dengan anggota tentang masalah tersebut dan bertemu dengan para pemimpin dan menteri. "Perdagangan menyentuh semua kehidupan kita. Jadi saya meminta semua orang yang percaya perdagangan sebagai kekuatan untuk berbicara maka sekarang saatnya," pungkas Azevedo.

 


(ABD)