Harga Minyak Terus Melonjak Jelang Rilis Data Persediaan AS

   •    Rabu, 10 Jan 2018 08:01 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Terus Melonjak Jelang Rilis Data Persediaan AS
Ilustrasi (AFP/Damien Meyer)

New York: Harga minyak dunia terus menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan minyak Amerika Serikat (AS) mencapai tingkat tertinggi tiga tahun. Hal itu terjjadi ketika para pedagang menunggu data resmi di stok minyak mentah AS yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat.

Mengutip Antara, Rabu, 10 Januari 2018, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari meningkat USD1,23 menjadi menetap di USD62,96 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh level tertinggi sejak Desember 2014 di USD63,24 per barel.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, bertambah USD1,04 menjadi ditutup pada USD68,82 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah mencapai titik tertinggi sesi di USD69,08, tertinggi sejak Mei 2015. Kedua kontrak tersebut mencatat penutupan terkuat sejak Desember 2014.

Laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) diperkirakan akan menunjukkan stok minyak negara itu turun selama delapan minggu berturut-turut, yang akan menjadi penurunan beruntun terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.

Para investor juga terus memantau laporan bulanan EIA yang dirilis pada Selasa 9 Januari, yang menaikkan perkiraan harga 2018 pada West Texas Intermediate (WTI) dan harga minyak mentah Brent serta produksi AS.

EIA mengatakan harga spot minyak mentah WTI diperkirakan mencapai rata-rata USD55,33 per barel pada 2018 dan USD57,43 per barel pada 2019, sementara harga minyak mentah Brent diperkirakan mencapai rata-rata USD59,74 per barel pada 2018 dan USD61,43 per barel pada 2019.

Sementara itu, rata-rata produksi minyak mentah AS diperkirakan mencapai 9,3 juta barel per hari pada 2017 dan diperkirakan mencapai rata-rata 10,3 juta barel per hari pada 2018, yang akan menandai produksi rata-rata tahunan tertinggi dalam sejarah AS, menurut EIA.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, mempertahankan batas pasokan mereka di tempat pada 2018, tahun kedua pengekangan, untuk mengurangi kelebihan pasokan global dan menopang harga minyak.

 


(ABD)