Tiongkok Jadi Pengaruh Utama Industri Penerbangan Global

   •    Sabtu, 02 Feb 2019 19:02 WIB
ekonomi chinationgkok
Tiongkok Jadi Pengaruh Utama Industri Penerbangan Global
Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)

Beijing: Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau International Air Transport Association (IATA) menyebutkan Tiongkok menjadi pengaruh utama industri penerbangan global. Selain menjadi kekuatan dinamis utama dalam mendukung pertumbuhan penerbangan sipil global.

"Kami optimistis tentang masa depan pertumbuhan penerbangan sipil Tiongkok berkat upaya konstan dalam perencanaan, pembangunan infrastruktur, dan pertumbuhan armada serta pasar," kata Direktur Umum dan CEO IATA Alexandre de Juniac, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 2 Februari 2019.

Menurut perkiraan IATA, Tiongkok akan menjadi pasar penerbangan sipil terbesar di dunia pada 2024-2025, dan volume penumpang udara di pasar Tiongkok diperkirakan mencapai 1,6 miliar pada 2037. Kondisi ini nantinya bisa memberikan efek positif terhadap aktivitas perekonomian Tiongkok.

Alexandre de Juniac menambahkan industri penerbangan sipil Tiongkok telah memperoleh pertumbuhan yang berkelanjutan. Adapun Tiongkok memiliki maskapai penerbangan paling banyak yang menjadi anggota IATA. "Jadi kami menghargai pasar di sini dan menjaga kerja sama yang erat dengan otoritas pemerintah dan mitra industri," kata De Juniac.

Tiongkok telah melihat pertumbuhan yang fantastis dalam industri penerbangan sipil. Bersamaan dengan peningkatan volume penumpang dan ukuran armada, Tiongkok memiliki kinerja keselamatan yang sangat kuat. Bahkan, tingkat kehilangan lambung jet untuk 100 bulan berturut-turut adalah nol.

"Dan Tiongkok telah memperoleh kemajuan yang signifikan dalam kinerja penerbangan tepat waktu. Pada akhir 2018, penerbangan sipil Tiongkok telah membuat rekor nol kecelakaan dalam lebih dari 100 bulan. Dan penerbangan tepat waktu di Tiongkok mencapai 80,13 persen," menurut statistik terbaru dari Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC).

Didirikan pada 1945, IATA adalah asosiasi perdagangan dari 290 maskapai penerbangan dari 117 negara dan wilayah di dunia, mewakili sekitar 82 persen lalu lintas udara global.


(ABD)